Arti Kata "peras-perus" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "peras-perus" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

peras-perus

pe·ras-pe·rus v tertawa di dl mulut

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "peras-perus"

📝 Contoh Penggunaan kata "peras-perus" dalam Kalimat

1.Karyawan di perusahaan itu terlihat mengekspresikan kegembiraannya dengan gerakan peras-perus.
2.Dalam pertunjukan teater, aktor itu berusaha memperagakan perasaan sedihnya dengan cara berperas-perus.
3.Ketika melihat anak kecil bermain, ibunya tersenyum dan berperas-perus karena bahagia.
4.Dalam pelajaran bahasa, guru memberikan contoh kalimat yang menggunakan kata "peras-perus" untuk menjelaskan maknanya.
5.Pengunjung bioskop itu terlihat berperas-perus saat menonton film komedi yang sangat lucu.

📚 Artikel terkait kata "peras-perus"

Mengenal Kata 'peras-perus' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "peras-perus" - Tertawa di Dalam Mulut

Kata "peras-perus" seringkali tidak asing di telinga kita, terutama ketika kita berbicara dengan orang dewasa atau mendengar cerita dari nenek-nenek kita. Kata ini memiliki makna umum sebagai tertawa di dalam mulut, yaitu menertawakan sesuatu tanpa mengucapkannya secara terbuka. Konteks historis dan sosial kata ini seringkali terkait dengan kebiasaan nenek-nenek kita yang suka menertawakan sesuatu tanpa mengucapkannya secara keras.

Contoh penggunaan kata "peras-perus" dalam kalimat yang alami adalah:

"Nenek saya masih terus peras-perus ketika melihat cucu-cucunya bermain di luar rumah."

"Aku masih ingat ketika kakekku peras-perus ketika melihat aku bermain di tanah."

"Nenek-nenek di desa ini masih terbiasa peras-perus ketika melihat cucu-cucunya berlari di lapangan."

Kata "peras-perus" memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Banyak orang masih menganggap kata ini sebagai bagian dari kebiasaan yang indah dan menyenangkan. Bahkan, kata ini seringkali digunakan dalam konteks yang lebih modern, seperti dalam menggambarkan reaksi seseorang ketika melihat sesuatu yang lucu atau menghibur.