Arti Kata "piringan hitam" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "piringan hitam" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

piringan hitam

pi.ring.an hitam pelat gramofon

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "piringan hitam"

📝 Contoh Penggunaan kata "piringan hitam" dalam Kalimat

1.piringan hitam ini menjadi koleksi langka di museum.
2.Pengrajin suka menggunakan piringan hitam untuk membuat hiasan unik.
3.Bapaknya masih memiliki piringan hitam yang asli dari tahun 1960-an.
4.Dalam kelas sejarah, guru menjelaskan pentingnya piringan hitam dalam peradaban.
5.Penggemar musik klasik masih mencari piringan hitam yang jarang ditemukan.

📚 Artikel terkait kata "piringan hitam"

Mengenal Kata 'piringan hitam' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "piringan hitam" - Pelat Gramofon yang Mengisi Ruang

Piringan hitam, atau pelat gramofon, merupakan salah satu teknologi pengiriman suara yang paling populer pada abad ke-20. Kata ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1887 oleh Emile Berliner, seorang ilmuwan Prancis- Amerika. Pada awalnya, piringan hitam digunakan sebagai alternatif untuk rekaman fonografo, tetapi kemudian berkembang menjadi teknologi yang lebih canggih dan populer. Piringan hitam memiliki permukaan yang dapat ditempeli oleh tinta atau cakram, yang kemudian dapat dibaca oleh sebuah kepala pembaca. Dengan demikian, piringan hitam dapat merekam dan memainkan suara dengan kualitas yang lebih baik daripada fonografo. Pada masa itu, piringan hitam menjadi sangat populer di kalangan masyarakat, terutama di Indonesia, di mana musik dan hiburan menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Contoh penggunaan kata **piringan hitam** dalam kalimat yang alami adalah seperti ini: "Dia memiliki **piringan hitam** yang sangat langka dari album favoritnya." Atau, "Kami sering mendengarkan musik pada **piringan hitam** di malam hari." Dari contoh-contoh tersebut, dapat dilihat bahwa kata **piringan hitam** masih memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di era digital ini, piringan hitam mulai digantikan oleh teknologi yang lebih modern, seperti CD, MP3, dan streaming online. Meskipun demikian, **piringan hitam** masih memiliki tempat dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Banyak orang masih memiliki **piringan hitam** sebagai koleksi atau sebagai alat untuk mendengarkan musik klasik. Selain itu, piringan hitam juga masih digunakan dalam konteks seni dan budaya, seperti dalam pertunjukan musik klasik atau sebagai bahan baku untuk karya seni. Dengan demikian, kata **piringan hitam** masih relevan dan penting dalam kehidupan sehari-hari.