Arti Kata "poligini" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "poligini" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

poligini

po·li·gi·ni n sistem perkawinan yg membolehkan seorang pria memiliki beberapa wanita sbg istrinya dl waktu yg bersamaan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "poligini"

📝 Contoh Penggunaan kata "poligini" dalam Kalimat

1.Sistem poligini yang umum ditemukan di beberapa negara Afrika dan Asia.
2.Peraturan agama mengizinkan sistem perkawinan poligini bagi pria yang berstatus sebagai pemimpin masyarakat.
3.Pada abad ke-19, masyarakat Eropa mulai menentang sistem perkawinan poligini yang dianggap tidak adil.
4.Pada prinsipnya, sistem poligini membolehkan seorang pria memiliki beberapa istri, tetapi perlu dipahami juga hak-hak mereka.
5.Dalam beberapa budaya, sistem poligini dianggap sebagai tanda kekuasaan dan status sosial pria.

📚 Artikel terkait kata "poligini"

Mengenal Kata 'poligini' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Poligini" - Sistem Perkawinan Tradisional

Kata poligini seringkali diasosiasikan dengan sistem perkawinan yang masih ada di beberapa tempat di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang memiliki budaya tradisional yang kental. Istilah ini merujuk pada sistem perkawinan yang memungkinkan seorang pria memiliki beberapa wanita sebagai istrinya dalam waktu yang bersamaan. Sistem ini telah ada sejak zaman dahulu kala dan masih dipraktikkan hingga saat ini.

Contoh Penggunaan Kata "Poligini" dalam Kalimat

Sistem poligini masih ada di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Papua dan Sulawesi. Di daerah tersebut, seorang pria dapat memiliki beberapa wanita sebagai istrinya dan memiliki hak memimpin keluarganya. Namun, sistem ini telah menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat, karena beberapa pihak menganggapnya tidak adil terhadap wanita. Seorang ahli antropologi mengatakan bahwa sistem poligini masih relevan dengan budaya tradisional di daerah tersebut, tetapi perlu diintegrasikan dengan nilai-nilai modern untuk menciptakan kesetaraan antara pria dan wanita.

Relevansi Kata "Poligini" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Sistem poligini masih relevan dengan kehidupan sehari-hari di beberapa daerah di Indonesia, terutama dalam hal budaya dan tradisi. Namun, perlu diingat bahwa sistem ini harus diintegrasikan dengan nilai-nilai modern untuk menciptakan kesetaraan antara pria dan wanita. Dalam beberapa daerah, sistem poligini telah berubah menjadi sistem perkawinan monogami, tetapi masih ada beberapa keluarga yang mempraktikkan sistem ini. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami sistem poligini dan bagaimana cara mengintegrasikannya dengan nilai-nilai modern.