Arti Kata "pudur" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pudur" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pudur

pu·dur Mk a 1 padam; 2 mati (tt gunung berapi);
me·mu·dur v 1 menjadi padam; 2 menjadi mati (tidak aktif lagi, tt gunung berapi);
me·mu·duri v menjadikan padam; memudurkan; memadamkan: ~ api; ~ hawa nafsu;
me·mu·dur·kan v menjadikan padam; memadamkan; memuduri

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pudur"

📝 Contoh Penggunaan kata "pudur" dalam Kalimat

1.Gunung berapi itu telah padam setelah meletus selama 20 tahun.
2.Pada abad ke-18, aktivitas gunung berapi di daerah itu sudah tidak aktif lagi.
3.Kami harus memuduri api di dapur agar tidak terlalu besar.
4.Menjadikan nafsu hawa di dalam hati menjadi tidak aktif adalah salah satu cara untuk memperoleh kebahagiaan.
5.Pada masa lalu, kehidupan di kota itu menjadi mati karena kurangnya air bersih dan infrastruktur.

📚 Artikel terkait kata "pudur"

Mengenal Kata 'pudur' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "pudur" - Padamkan Api Dengan Bijak

Kata pudur memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia. Secara umum, pudur berarti padam atau mati, terutama dalam konteks geologi, seperti gunung berapi yang telah memudur. Dalam sejarah, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan keadaan tidak aktif atau tidak berdaya. Di masa lalu, pudur juga digunakan sebagai kata kerja yang berarti memadamkan atau memuduri sesuatu. Contoh penggunaan kata pudur dalam kalimat yang alami adalah: "Gunung berapi itu telah memudur selama beberapa tahun terakhir." Atau, "Dia memudurkan api api yang telah membakar rumahnya." Kata pudur juga dapat digunakan dalam kalimat yang lebih kompleks, seperti: "Setelah memudurkan api, dia memutuskan untuk tidak terlibat dalam kegiatan yang sama lagi." Dalam kehidupan sehari-hari, kata pudur memiliki relevansi yang signifikan. Dalam konteks spiritual, pudur dapat berarti memadamkan hawa nafsu atau keinginan yang tidak baik. Dalam konteks sosial, pudur dapat berarti memutuskan hubungan yang tidak sehat atau tidak produktif. Dalam konteks lingkungan, pudur dapat berarti mengurangi polusi atau limbah yang berlebihan. Dengan demikian, kata pudur memiliki makna yang sangat luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks.