Arti Kata "pukul rata" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pukul rata" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pukul rata

pu·kul ra·ta a rata-rata: -- penduduk desa itu mempunyai rumah dan tanah; pendapatannya -- Rp30.000,00 sehari;
me·mu·kul·ra·ta·kan v mengambil patokan menurut keadaan pd umumnya; menjadikan rata-rata; menyamaratakan;
pe·mu·kul·ra·ta·an n 1 proses, cara, perbuatan memukulratakan; 2 pengambilan ukuran dng melihat keadaan umumnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pukul rata"

📝 Contoh Penggunaan kata "pukul rata" dalam Kalimat

1.Pendapatan rata-rata warga desa itu sangat rendah karena mereka tidak memiliki sumber daya ekonomi yang cukup.
2.Berdasarkan survei, pendapatan rata-rata warga perkotaan meningkat signifikan dalam tahun-tahun terakhir.
3.Pengajar meminta siswa mencari informasi tentang pendapatan rata-rata pekerja di bidang teknologi informasi.
4.Pemerintah menetapkan standar pendapatan rata-rata yang harus dicapai oleh setiap warga negara.
5.Pengelola keuangan perusahaan harus memastikan bahwa pendapatan rata-rata karyawan tidak terlalu rendah.

📚 Artikel terkait kata "pukul rata"

Mengenal Kata 'pukul rata' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "pukul rata" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "pukul rata" memiliki makna yang sangat penting dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kata ini digunakan untuk mengacu pada proses mengambil patokan menurut keadaan umumnya, menjadikan rata-rata, dan menyamaratakan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan yang umum atau biasa. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan kata "pukul rata" untuk menggambarkan suatu keadaan yang umum atau biasa. Misalnya, "penduduk desa itu mempunyai rumah dan tanah; pendapatannya pukul rata Rp30.000,00 sehari." Ini menunjukkan bahwa pendapatan warga desa tersebut relatif stabil dan tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Contoh lain adalah, "kita harus menghitung pukul rata anggaran bulanan kita agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari." Kata "pukul rata" juga relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam pengambilan keputusan. Misalnya, kita harus memutuskan berapa banyak anggaran yang harus dialokasikan untuk kebutuhan sekolah. Dalam kasus seperti ini, kita harus mengambil patokan menurut keadaan umumnya, yaitu dengan menghitung pukul rata anggaran bulanan kita. Dengan demikian, kita dapat membuat keputusan yang lebih objektif dan tidak terpengaruh oleh opini pribadi. Dalam budaya Indonesia modern, kata "pukul rata" masih digunakan dengan cara yang sama seperti di masa lalu. Namun, dengan perkembangan teknologi dan informasi, kita dapat memanfaatkan kata ini dalam cara yang lebih efektif dan efisien. Misalnya, kita dapat menggunakan aplikasi penghitung pukul rata untuk menghitung anggaran bulanan kita dengan lebih mudah dan cepat.