Arti Kata "salivasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "salivasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

salivasi

sa·li·va·si n pengeluaran liur

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "salivasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "salivasi" dalam Kalimat

1.Pengunjung museum menunjukkan kekaguman mereka dengan cara salivasi saat melihat patung raksasa.
2.Dalam proses perawatan gigi, dokter gigi mengajarkan cara membersihkan gigi dengan benar untuk mencegah salivasi.
3.Pengalaman pertama menikmati makanan pedas membuatnya merasa salivasi yang tak terduga.
4.Pembicaraan dalam seminar mengenai kesehatan gigi menekankan pentingnya menjaga salivasi sebagai faktor utama.
5.Rasa lega yang terasa setelah selesai makan malam membuatnya merasa salivasi dan nyaman.

📚 Artikel terkait kata "salivasi"

Mengenal Kata 'salivasi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Salivasi" - Pengeluaran Liur yang Perlu Diketahui

Kata salivasi seringkali tidak dikenal oleh banyak orang, padahal istilah ini memiliki makna yang menarik dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. Salivasi sendiri berasal dari kata "saliva", yang berarti liur. Dalam konteks medis, salivasi merujuk pada pengeluaran liur yang berlebihan atau tidak normal. Dalam sejarah, salivasi telah diketahui sebagai gejala yang umum terjadi pada beberapa kondisi medis, seperti gangguan pencernaan atau penyakit periodontal. Namun, dalam budaya modern, salivasi lebih sering dikaitkan dengan gejala yang tidak nyaman, seperti kehilangan liur atau keringnya mulut. Berikut beberapa contoh penggunaan kata salivasi dalam kalimat yang alami: "Gejala salivasi yang berlebihan seringkali disebabkan oleh konsumsi makanan yang terlalu berminyak", "Pengobatan salivasi yang tidak normal melibatkan perubahan gaya hidup dan penggunaan obat-obatan yang tepat", atau "Kondisi salivasi yang buruk dapat menyebabkan sakit gigi dan peradangan gusi". Salivasi tidak hanya relevan dalam konteks medis, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, salivasi seringkali dikaitkan dengan kebiasaan yang tidak sehat, seperti merokok atau konsumsi makanan yang tidak seimbang. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna salivasi dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah gejala ini. Dengan demikian, kita dapat menjaga kesehatan mulut dan gigi yang baik, serta meningkatkan kualitas hidup kita.