Arti Kata "mungkir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mungkir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mungkir

mung·kir v 1 tidak mengaku(i); tidak mengiakan: ia tetap -- atas tuduhan yg ditimpakan kepadanya; 2 tidak setia; tidak menepati (janji); menolak; menyangkal: -- akan janjinya;
me·mung·kiri v 1 mengingkari; tidak membenarkan: kita tidak - bahwa perjuangan memerlukan pengorbanan; 2 tidak mau mengakui; menolak (tuduhan); tidak menepati (janji): - janji; - tuduhan; 3 menjauhkan diri dr: - perbuatan yg kurang baik

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mungkir"

📝 Contoh Penggunaan kata "mungkir" dalam Kalimat

1.Dia tetap mungkir atas tuduhan yang ditimpakan kepadanya.
2.Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dia tidak mau mengakui kesalahan.
3.Dia selalu mungkir janji yang telah dibuatnya.
4.Penggunaan kata "mungkir" di sini menunjukkan bahwa dia tidak menepati janji.
5.Dia mungkir tuduhan yang disampaikan oleh lawannya dalam debat.

📚 Artikel terkait kata "mungkir"

Mengenal Kata 'mungkir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mungkir" - Menjauhkan Diri dari Perbuatan Kurang Baik

Kata "mungkir" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan perilaku seseorang yang tidak mengaku atau menyangkal sesuatu. Dalam konteks historis, kata ini memiliki makna yang lebih dalam, yaitu tidak setia atau tidak menepati janji. Dalam budaya Indonesia modern, kata "mungkir" masih digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang tidak bertanggung jawab atau tidak menghargai komitmen yang telah dibuat.

Contoh Penggunaan Kata "Mungkir" dalam Kalimat

- "Ia menyangkal tuduhan tersebut dan tidak mau mengaku salah." Dalam kalimat ini, kata "mungkir" digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang tidak mengaku salah. - "Dia tidak menepati janjinya dan tidak mau mengakui kesalahan." Dalam kalimat ini, kata "mungkir" digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang tidak setia. - "Kita tidak bisa mungkir akan janji kita untuk membantu masyarakat." Dalam kalimat ini, kata "mungkir" digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang tidak menepati komitmen.

Relevansi Kata "Mungkir" dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "mungkir" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks hubungan sosial dan komunitas. Dalam budaya Indonesia, kata ini digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang tidak bertanggung jawab atau tidak menghargai komitmen yang telah dibuat. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan kata "mungkir" dengan bijak dan tidak salah menggunakannya dalam konteks tertentu.