Arti Kata "selingkit" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "selingkit" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

selingkit

se·ling·kit Mk, ber·se·ling·kit a berjejal-jejal; berasak-asak;
me·nye·ling·kit v mendesak masuk (ke dl sekumpulan orang berkerumun)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "selingkit"

📝 Contoh Penggunaan kata "selingkit" dalam Kalimat

1.Saya akan membuat lima contoh kalimat dalam bahasa Indonesia yang menggunakan kata "selingkit" dengan makna yang berbeda.
2.Siswa-siswa berlari-lari di lapangan olahraga dengan berjejal-jejal, tetapi akhirnya mereka berhasil menyelesaikan lomba dengan baik.
3.Dalam pertandingan sepak bola, pemain-pemain berlari-lari di lapangan dengan berjejal-jejal, mencari kesempatan untuk mencetak gol.
4.Pada hari libur, saya suka berjalan-jalan di pantai dengan asak-asak, menikmati keindahan alam dan ombak yang tenang.
5.Guru memberikan contoh-contoh kalimat yang berasak-asak dan tidak jelas, sehingga siswa-siswa harus berusaha keras untuk memahami artinya.

📚 Artikel terkait kata "selingkit"

Mengenal Kata 'selingkit' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Selingkit" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "selingkit" yang merupakan istilah resmi dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang unik dan beragam. Dalam konteks historis dan sosial, kata ini biasanya digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang berjejal-jejal, asak-asak, atau berdesakan. Dalam konteks ini, "selingkit" sering digunakan untuk menggambarkan situasi di mana orang-orang berkerumun dan berdesakan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "selingkit" sering digunakan dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Jalan menuju pasar sangat selingkit pada hari libur," atau "Kerumunan orang di depan bioskop sangat selingkit sehingga saya tidak bisa masuk." Dalam kalimat-kalimat ini, kata "selingkit" digunakan untuk menggambarkan kepadatan dan kesulitan dalam bergerak. Dalam kehidupan modern, kata "selingkit" masih relevan dan sering digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, ketika kita berada di tengah kerumunan orang di tempat umum, kita mungkin akan merasa tidak nyaman dan berdesakan. Dalam konteks ini, kata "selingkit" dapat digunakan untuk menggambarkan kesulitan dan ketidaknyamanan tersebut. Dengan demikian, kita dapat mengerti bahwa kata "selingkit" tidak hanya digunakan dalam konteks historis dan sosial, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan modern. Kata "selingkit" juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih positif. Misalnya, ketika kita melihat kerumunan orang yang berdesakan dan berkerumun untuk mendukung sebuah acara atau peristiwa, kita dapat mengatakan bahwa mereka "selingkit" untuk mendukung sesuatu yang penting. Dalam konteks ini, kata "selingkit" digunakan untuk menggambarkan kekuatan dan solidaritas dari orang-orang yang berkerumun. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata "selingkit" memiliki makna yang kompleks dan beragam. Dalam konteks historis, sosial, dan modern, kata ini dapat digunakan untuk menggambarkan kepadatan, kesulitan, dan solidaritas. Dengan mengerti makna dan konteks dari kata "selingkit", kita dapat menggunakan kata ini dengan lebih tepat dan efektif dalam berbagai situasi.