Arti Kata "semut dipijak tidak mati" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "semut dipijak tidak mati" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

semut dipijak tidak mati

Peribahasa perihal cara berjalan seorang perempuan yang baik lagi teratur (tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "semut dipijak tidak mati"

📝 Contoh Penggunaan kata "semut dipijak tidak mati" dalam Kalimat

1.Seorang ibu yang baik selalu berjalan dengan semut, tidak terlalu cepat atau lambat.
2.Seorang pelajar yang rajin harus berjalan dengan semut, tidak terlalu cepat atau lambat.
3.Dia selalu berjalan dengan semut, tidak terlalu cepat atau lambat, sehingga jarang terlambat pada kerja lembur.
4.Pada zaman dahulu, seorang perempuan yang baik selalu berjalan dengan semut, karena itu adalah norma kebiasaan masyarakat.
5.Dalam membimbing anak, seorang ibu harus berjalan dengan semut, tidak terlalu keras atau terlalu lembut.

📚 Artikel terkait kata "semut dipijak tidak mati"

Mengenal Kata 'semut dipijak tidak mati' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "semut dipijak tidak mati" - Inspirasi dan Motivasi

Deskripsi Kata "semut dipijak tidak mati"

Kata "semut dipijak tidak mati" adalah salah satu peribahasa yang populer di masyarakat Indonesia. Peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan cara berjalan seorang perempuan yang baik lagi teratur, tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat. Makna ini terinspirasi dari perilaku semut yang tidak mati jika dipijak oleh manusia. Mereka akan terus bergerak meskipun mengalami kesulitan.

Contoh Penggunaan Kata "semut dipijak tidak mati"

Kata "semut dipijak tidak mati" dapat digunakan dalam berbagai konteks. Contoh penggunaannya adalah sebagai berikut: - "Ibu tidak terlalu cepat dalam berjalan, dia seperti semut dipijak tidak mati, tetap teratur dan tidak terganggu." - "Saya ingin menjadi seperti semut dipijak tidak mati, tetap berjalan dengan teratur meskipun mengalami kesulitan." - "Dia memiliki sifat yang baik tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat, seperti semut dipijak tidak mati."

Relevansi Kata "semut dipijak tidak mati" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "semut dipijak tidak mati" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia, peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan sifat baik yang dimiliki oleh seorang perempuan. Sifat ini sangat penting dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain dan membuat kehidupan menjadi lebih harmonis. Dengan demikian, kata "semut dipijak tidak mati" dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.