Arti Kata "seolah-olah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "seolah-olah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

seolah-olah

se·o·lah-o·lah lihat 1olah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "seolah-olah"

📝 Contoh Penggunaan kata "seolah-olah" dalam Kalimat

1.Dia menulis surat cinta seolah-olah tidak ada yang tahu.
2.Hari ini, aku akan berpura-pura tidak melihatnya, seolah-olah aku tidak peduli.
3.Dia berbicara seolah-olah dia sudah pernah mengalami hal seperti itu.
4.Guru meminta siswa untuk membaca teks seperti seolah-olah mereka sudah lama membacanya.
5.Pada malam itu, aku berjalan seolah-olah aku tidak sendirian, meskipun aku benar-benar sendirian.

📚 Artikel terkait kata "seolah-olah"

Mengenal Kata 'seolah-olah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Seolah-Olah" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "seolah-olah" merupakan salah satu kata yang paling sering digunakan dalam bahasa Indonesia. Tapi, apakah kamu sudah tahu makna dan konteks historis dari kata ini? Seolah-olah sebenarnya memiliki arti yang sangat luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks, terutama dalam percakapan sehari-hari. Dalam konteks historis, kata "seolah-olah" sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Kata ini digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tampak atau terlihat, tetapi tidak sepenuhnya nyata. Contohnya, "Dia berjalan seolah-olah sedang berenang di air." Dalam kalimat ini, kata "seolah-olah" digunakan untuk menggambarkan gerakan yang tidak sepenuhnya nyata. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "seolah-olah" dalam kalimat yang alami: * "Dia makan seolah-olah tidak sedang lapar." * "Dia berbicara seolah-olah tidak sedang marah." * "Dia menari seolah-olah sedang bermain." Kata "seolah-olah" tidak hanya digunakan dalam kalimat yang menggambarkan sesuatu yang tidak sepenuhnya nyata, tetapi juga dapat digunakan untuk menggambarkan perasaan atau emosi. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan kata "seolah-olah" untuk menggambarkan perasaan atau emosi yang kompleks. Contohnya, "Aku merasa seolah-olah sedang tidur, tetapi tidak bisa tertidur." Dalam budaya Indonesia modern, kata "seolah-olah" sering digunakan dalam konteks yang lebih luas. Misalnya, dalam konteks politik atau sosial, kata "seolah-olah" dapat digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak sepenuhnya nyata atau yang hanya tampak. Contohnya, "Pernyataan ini hanyalah seolah-olah, karena tidak ada bukti yang kuat."