Arti Kata "seperti beranak besar hidung" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "seperti beranak besar hidung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

seperti beranak besar hidung

Peribahasa perihal seseorang yang sebentar-sebentar menengok atau memperlihatkan barang yang baru diperolehnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "seperti beranak besar hidung"

📝 Contoh Penggunaan kata "seperti beranak besar hidung" dalam Kalimat

1.Bapaknya seperti beranak besar hidung, setiap hari mengajak kami ke toko elektronik.
2.Ibu tidak perlu terlalu khawatir, ayahnya seperti beranak besar hidung, akan membawa pulang hadiah yang baru.
3.Setiap kali ada acara, dia seperti beranak besar hidung, selalu menunjukkan ponsel baru yang dibelinya.
4.Saya tidak suka kalau dia selalu seperti beranak besar hidung, menunjukkan barang-barang mewah kepada teman-teman.
5.Di komunitas pecinta mobil, dia seperti beranak besar hidung, selalu menunjukkan mobil baru yang dibelinya.

📚 Artikel terkait kata "seperti beranak besar hidung"

Mengenal Kata 'seperti beranak besar hidung' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Seperti Beranak Besar Hidung" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "seperti beranak besar hidung" adalah peribahasa yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sebentar-sebentar menengok atau memperlihatkan barang yang baru diperolehnya. Peribahasa ini memiliki makna yang sama dengan kata "merokok gantung" atau "menunjukkan hasil kerja sama." Dalam konteks sejarah, kata ini mungkin berkembang dari perilaku manusia di masa lalu yang suka menunjukkan kemampuan atau kekayaannya kepada orang lain. Seperti Beranak Besar Hidung dalam kehidupan sehari-hari sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang selalu ingin mendapatkan perhatian atau pujian dari orang lain. Contohnya, seseorang yang baru saja membeli mobil mewah dan terus menunjukkan mobil tersebut kepada semua orang, sehingga dikatakan "seperti beranak besar hidung." Atau, seorang teman yang baru saja mendapatkan promosi di tempat kerja dan terus memberitahu semua orang tentang kenaikan pangkatnya. Dalam konteks budaya Indonesia modern, seperti beranak besar hidung masih digunakan untuk menggambarkan perilaku orang yang suka menunjukkan kekayaannya. Namun, perlu diingat bahwa perilaku ini tidak selalu dianggap positif, karena dapat menimbulkan kesan bahwa orang tersebut tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna peribahasa seperti beranak besar hidung dan tidak menunjukkan perilaku yang tidak pantas.