Arti Kata "serangsang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "serangsang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

serangsang

se·rang·sang v, me·nye·rang·sang v marah sekali; berangsang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "serangsang"

📝 Contoh Penggunaan kata "serangsang" dalam Kalimat

1.Ketika mendengar berita itu, dia serangsang dan langsung menulis surat protes kepada pemerintah.
2.Ayahnya serangsang melihat anaknya tidak mematuhi aturan, sehingga dia memutuskan untuk mengambil aksi tegas.
3.Pada malam itu, hujan deras membuat jalan menjadi serangsang, sehingga mobil kami harus berhenti beberapa kali.
4.Dalam bukunya, novelis itu menggunakan cara cerita yang serangsang untuk menggambarkan kehidupan masyarakat.
5.Dosen itu serangsang dan menegur siswa yang tidak siap untuk ujian, sehingga mereka harus bekerja lebih keras.

📚 Artikel terkait kata "serangsang"

Mengenal Kata 'serangsang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "serangsang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "serangsang" seringkali digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan perasaan marah atau berangsang. Dalam konteks historis dan sosial, kata ini memiliki makna yang mendalam, terutama dalam konteks budaya Jawa. Di masa lalu, kata "serangsang" digunakan untuk menggambarkan kesalahan atau kemurkaan seseorang, yang dapat menyebabkan mereka merasa marah atau berangsang.

Penggunaan Kata "serangsang" dalam Kalimat

Kata "serangsang" dapat digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan perasaan marah atau berangsang. Contoh-contoh penggunaan kata ini dapat dilihat dalam kalimat-kalimat berikut: - Saya sangat serangsang ketika mendengar berita tentang korupsi di pemerintahan. - Ia menjadi sangat serangsang ketika temannya meminjam uangnya tanpa izin. - Perasaan serangsang dapat menyebabkan seseorang membuat keputusan yang tidak tepat.

Relevansi Kata "serangsang" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "serangsang" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Di masa kini, kata ini digunakan untuk menggambarkan perasaan marah atau berangsang yang timbul dari berbagai hal, seperti kesalahan, kekecewaan, atau kemurkaan. Dengan demikian, kata "serangsang" tetap menjadi bagian penting dari bahasa Indonesia, yang dapat digunakan untuk menggambarkan perasaan dan emosi seseorang.