Arti Kata "silvikultur" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "silvikultur" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

silvikultur

sil·vi·kul·tur v ilmu tt pembudidayaan pohon hutan atau ilmu pembinaan hutan, msl tt penanaman, pemeliharaan, pelestarian hutan, dan merupakan dasar dr ilmu kehutanan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "silvikultur"

📝 Contoh Penggunaan kata "silvikultur" dalam Kalimat

1.Kurikulum ilmu silvikultur menjadi salah satu mata kuliah wajib di Fakultas Kehutanan.
2.Para ahli silvikultur melakukan penelitian untuk meningkatkan produktivitas hutan.
3.Sebagai ilmuwan silvikultur, dia menganalisis dampak penebangan kayu pada ekosistem hutan.
4.Dalam rangka pelestarian hutan, pemerintah meningkatkan program silvikultur untuk masyarakat.
5.Dengan mengikuti kursus silvikultur, dia dapat meningkatkan pengetahuannya tentang perawatan pohon.

📚 Artikel terkait kata "silvikultur"

Mengenal Kata 'silvikultur' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Silvikultur" - Ilmu Pembudidayaan Pohon Hutan

Silvikultur adalah istilah yang mungkin asing bagi banyak orang, tetapi ilmu ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang hidup di daerah hutan. Silvikultur adalah ilmu pembudidayaan pohon hutan atau ilmu pembinaan hutan yang mencakup penanaman, pemeliharaan, dan pelestarian hutan. Dalam konteks historis, silvikultur berkembang dari kebutuhan manusia untuk mengelola hutan secara berkelanjutan. Dalam prakteknya, silvikultur membantu meningkatkan kualitas hutan dan menghasilkan produk hutan yang berkelanjutan. Selain itu, silvikultur juga dapat membantu masyarakat lokal untuk meningkatkan pendapatan mereka melalui kegiatan penanaman dan perawatan pohon. Dengan demikian, silvikultur tidak hanya berfokus pada pengelolaan hutan, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat sekitar. Silvikultur memiliki relevansi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Dalam konteks budaya Indonesia, silvikultur dapat membantu melestarikan keanekaragaman hayati dan budaya masyarakat lokal. Misalnya, dalam upaya pelestarian hutan di Papua, silvikultur dapat membantu meningkatkan kualitas hutan dan menghasilkan produk hutan yang berkelanjutan. Dengan demikian, silvikultur tidak hanya berfokus pada pengelolaan hutan, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat dan lingkungan sekitar. Dalam prakteknya, silvikultur dapat diterapkan di berbagai jenis hutan, mulai dari hutan hujan tropis hingga hutan gunung. Dengan demikian, silvikultur dapat membantu meningkatkan kualitas hutan dan menghasilkan produk hutan yang berkelanjutan. Selain itu, silvikultur juga dapat membantu masyarakat lokal untuk meningkatkan pendapatan mereka melalui kegiatan penanaman dan perawatan pohon.