Arti Kata "sudah dieban dihela pula" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sudah dieban dihela pula" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sudah dieban dihela pula

sudah di.e.ban dihela pula Peribahasa menderita berbagai-bagai kemalangan (kecelakaan dan sebagainya) terus-menerus

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sudah dieban dihela pula"

📝 Contoh Penggunaan kata "sudah dieban dihela pula" dalam Kalimat

1.Pekerjaan saya sudah dieban dihela pula karena selalu menemui masalah baru setiap hari.
2.Kehidupan di perkotaan sudah dieban dihela pula dengan polusi udara dan suara bising.
3.Bisnis keluarga sudah dieban dihela pula akibat kemacetan lalu lintas yang parah.
4.Pengalaman hidup saya sudah dieban dihela pula dengan banyaknya kesedihan dan kekecewaan.
5.Kehidupan masyarakat di daerah terpencil sudah dieban dihela pula karena kurangnya fasilitas dasar.

📚 Artikel terkait kata "sudah dieban dihela pula"

Mengenal Kata 'sudah dieban dihela pula' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sudah Dieban Dihela Pula" - Inspirasi dan Motivasi

Kata **sudah dieban dihela pula** merupakan salah satu peribahasa tua dalam Bahasa Indonesia yang memiliki makna yang sangat dalam. Dalam konteks sejarah, peribahasa ini muncul sebagai refleksi dari kehidupan masyarakat yang menderita berbagai-bagai kemalangan dan kecelakaan. Seseorang yang mengalami nasib buruk berulang kali mungkin akan menjadi contoh dari penerapan kata ini. Pada dasarnya, **sudah dieban dihela pula** menggambarkan seseorang yang menderita berbagai-bagai musibah dan kecelakaan, baik secara fisik maupun psikis. Mereka mungkin mengalami kerugian materi, kesehatan, atau bahkan kehilangan orang terkasih. Peribahasa ini menunjukkan bahwa seseorang yang menderita berbagai-bagai kemalangan tidak hanya sekali-kali, tetapi terus-menerus. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat contoh penggunaan kata **sudah dieban dihela pula** dalam berbagai situasi. Misalnya, "Dia sudah dieban dihela pula karena tidak pernah memiliki keberuntungan dalam bisnisnya." atau "Dia menderita berbagai-bagai kemalangan, sudah dieban dihela pula karena sakitnya yang tidak pernah sembuh." Contoh lainnya, "Dia sudah dieban dihela pula karena kehilangan pekerjaannya, kini dia harus menghadapi kesulitan keuangan." Dalam budaya Indonesia modern, peribahasa **sudah dieban dihela pula** masih relevan dan sering digunakan dalam berbagai konteks. Mereka melihat bahwa kehidupan tidak selalu berjalan lancar dan bahwa kita harus siap menghadapi berbagai-bagai kemalangan dan kecelakaan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memiliki ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi kesulitan, agar kita tidak menjadi korban dari kemalangan yang terus-menerus.