Arti Kata "sudah genap bilangannya" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sudah genap bilangannya" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sudah genap bilangannya

Peribahasa sudah sampai ajalnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sudah genap bilangannya"

📝 Contoh Penggunaan kata "sudah genap bilangannya" dalam Kalimat

1.Di hari ulang tahunnya, dia sudah genap bilangannya tetapi tak pernah berubah.
2.Pernyataannya sudah genap bilangannya, tapi tidak sepenuhnya dapat dipercaya.
3.Dalam sejarah, kerajaan tersebut sudah genap bilangannya, tetapi kenangannya masih terus mengalir.
4.Dia sudah genap bilangannya mencari pekerjaan, namun belum menemukan yang tepat.
5.Dalam kisahnya, dia sudah genap bilangannya kehilangan cinta, sehingga hidupnya menjadi sunyi.

📚 Artikel terkait kata "sudah genap bilangannya"

Mengenal Kata 'sudah genap bilangannya' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sudah Genap Bilangannya" - Inspirasi dan Motivasi

Makna Umum dan Konteks Historis

Kata "sudah genap bilangannya" merupakan peribahasa yang populer dalam bahasa Indonesia. Peribahasa ini memiliki makna umum yang menggambarkan bahwa seseorang telah mencapai ajalnya atau telah berakhir. Dalam konteks historis, peribahasa ini mungkin digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang telah mencapai usia tua atau telah mencapai titik akhir kehidupannya. Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa ini sering digunakan untuk menggambarkan situasi yang telah habis atau telah berakhir.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Peribahasa "sudah genap bilangannya" dapat digunakan dalam berbagai kalimat yang alami. Misalnya, "Dia telah meninggal, sudah genap bilangannya." Dalam kalimat ini, peribahasa digunakan untuk menggambarkan bahwa seseorang telah meninggal dan telah mencapai ajalnya. Contoh lainnya adalah, "Proyek tersebut sudah genap bilangannya, dan sekarang sudah waktunya untuk memulai yang baru." Dalam kalimat ini, peribahasa digunakan untuk menggambarkan bahwa proyek tersebut telah berakhir dan sekarang sudah waktunya untuk memulai yang baru.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Peribahasa "sudah genap bilangannya" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, peribahasa ini sering digunakan untuk menggambarkan situasi yang telah habis atau telah berakhir. Misalnya, ketika seseorang meninggalkan pekerjaannya, orang lain mungkin berkata, "Sudah genap bilangannya, kamu sekarang harus mencari pekerjaan baru." Dalam konteks ini, peribahasa digunakan untuk menggambarkan bahwa seseorang telah mencapai titik akhir pekerjaannya dan sekarang harus mencari pekerjaan baru. Dengan demikian, peribahasa "sudah genap bilangannya" masih relevan dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.