Arti Kata "sumpah serampu" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sumpah serampu" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sumpah serampu

sumpah serapah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sumpah serampu"

📝 Contoh Penggunaan kata "sumpah serampu" dalam Kalimat

1.Pada acara pernikahan, sumpah serampu diucapkan oleh pasangan sebagai komitmen abadi.
2.Dalam pengadilan, sumpah serampu diucapkan oleh saksi untuk menegaskan kejujuran mereka.
3.Di sekolah, guru meminta murid-murid untuk bersumpah serampu sebelum melakukan ujian.
4.Dalam budaya adat, sumpah serampu diucapkan oleh pemuda sebelum berangkat berperang.
5.Pada pidato politik, calon presiden menegaskan komitmen sumpah serampu untuk memimpin negara dengan jujur.

📚 Artikel terkait kata "sumpah serampu"

Mengenal Kata 'sumpah serampu' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sumpah Serampu" - Inspirasi dan Motivasi

Sejarah dan Makna Umum Sumpah Serampu

Kata "sumpah serampu" sering digunakan dalam konteks yang formal dan resmi. Istilah ini berasal dari kata "sumpah" yang berarti janji atau sumpah, sedangkan "serampu" berarti tidak masuk akal atau tidak berguna. Dalam arti resmi, "sumpah serampu" digunakan untuk menggambarkan janji atau sumpah yang tidak dijalankan atau tidak memiliki nilai. Dalam sejarah, istilah "sumpah serampu" sering digunakan untuk mengkritik atau mengecam tindakan atau kebijakan yang tidak efektif atau tidak berdasar. Misalnya, pada zaman kolonial Belanda, "sumpah serampu" digunakan untuk menggambarkan janji-janji yang tidak dijalankan oleh pemerintah kolonial.

Penggunaan Sumpah Serampu dalam Kalimat

"Sumpah serampu" sering digunakan dalam kalimat untuk menggambarkan situasi yang tidak masuk akal atau tidak berguna. Misalnya: - "Janji pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah pedesaan tergolong **sumpah serampu** karena tidak ada kemajuan yang signifikan." - "Pernyataan calon presiden tentang meningkatkan infrastruktur di daerah pedalaman dianggap **sumpah serampu** oleh banyak orang karena tidak ada bukti-bukti yang mendukung." - "Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan harga beras dianggap **sumpah serampu** karena akan memperburuk kehidupan masyarakat yang sudah miskin."

Relevansi Sumpah Serampu dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, "sumpah serampu" sering digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak masuk akal atau tidak berguna. Misalnya, ketika seseorang berjanji untuk melakukan sesuatu tapi tidak dijalankan, maka janji tersebut dapat digambarkan sebagai "sumpah serampu". Dalam budaya Indonesia modern, "sumpah serampu" digunakan sebagai kritik atau pengecaman terhadap tindakan atau kebijakan yang tidak efektif atau tidak berdasar.