Arti Kata "superlativisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "superlativisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

superlativisme

su·per·la·ti·vis·me n (gejala) kecenderungan yg berlebih-lebihan atau keterlaluan yg tampak pd perkataan atau tingkah laku

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "superlativisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "superlativisme" dalam Kalimat

1.Dalam dunia politik, pemerintah menunjukkan gejala superlativisme dengan janji yang berlebihan dalam kampanye pemilu.
2.Penggunaan bahasa superlativisme dalam iklan produk dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli barang tersebut.
3.Pendidik harus berhati-hati dalam mengajar anak didik supaya tidak mengembangkan gejala superlativisme dalam penilaian diri.
4.Dalam berkomunikasi, seseorang harus dapat mengenal batasan antara kenyataan dan gejala superlativisme untuk menghindari kesalahpahaman.
5.Banyak orang yang menderita dari gejala superlativisme dalam mencari kebahagiaan, menganggap bahwa kebahagiaan hanya dapat ditemukan dalam hal yang sangat ekstrem.

📚 Artikel terkait kata "superlativisme"

Mengenal Kata 'superlativisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Superlativisme" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Makna Umum dan Konteks Sejarah

Superlativisme adalah istilah yang merujuk pada gejala kecenderungan berlebih-lebihan atau keterlaluan dalam perkataan atau tingkah laku. Istilah ini memiliki akar dalam bahasa Latin, yaitu "superlativus," yang berarti "mengungguli" atau "mengatasi." Dalam konteks sejarah, superlativisme seringkali terkait dengan penggunaan bahasa atau tindakan yang berlebihan dalam rangka untuk menimbulkan kesan atau meningkatkan status.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Superlativisme seringkali tampak dalam kalimat-kalimat yang berlebihan. Misalnya, "Dia adalah superlativisme dalam setiap aspeknya, tidak hanya dalam kecepatan tapi juga dalam ketepatan!" atau "Penggunaan kata-kata berlebihan dalam artikel ini menunjukkan superlativisme dalam penulisan." Contoh lain, "Mereka memiliki superlativisme dalam mengucapkan terima kasih kepada orang lain, sehingga terdengar seperti tidak nyata."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, superlativisme seringkali menimbulkan kesan yang tidak nyata. Misalnya, dalam dunia sosial media, orang-orang seringkali menggunakan bahasa yang berlebihan untuk menunjukkan kemakmuran atau kesuksesan mereka. Hal ini dapat membuat orang lain merasa tidak mampu dan tidak percaya diri. Dalam konteks budaya Indonesia modern, superlativisme dapat juga dilihat dalam penggunaan bahasa yang berlebihan dalam berita atau artikel, yang dapat menimbulkan kesan yang tidak akurat.