Arti Kata "tanah tersirah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tanah tersirah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tanah tersirah

tanah tersirat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tanah tersirah"

📝 Contoh Penggunaan kata "tanah tersirah" dalam Kalimat

1.Pada dokumen resmi, pemerintah mengatur penggunaan tanah tersirat untuk tujuan pemasaran.
2.Dalam konteks sehari-hari, istilah tanah tersirat sering digunakan untuk menggambarkan kebohongan yang tidak terucapkan langsung.
3.Dalam sastra, penggunaan tanah tersirat dapat memberikan makna yang lebih dalam dan kompleks pada cerita.
4.Dalam konteks pendidikan, guru harus dapat membedakan antara fakta nyata dan tanah tersirat dalam materi pelajaran.
5.Penggunaan tanah tersirat dalam komunikasi sosial dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap seseorang atau organisasi.

📚 Artikel terkait kata "tanah tersirah"

Mengenal Kata 'tanah tersirah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tanah Tersirah" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "tanah tersirah" sering digunakan dalam konteks budaya Indonesia untuk menggambarkan sesuatu yang sangat halus, lembut, dan indah. Dalam arti resmi, kata ini memiliki makna yang lebih kaya, yaitu "tanah tersirat" yang bermakna "tanah yang tidak kelihatan" atau "tanah yang disembunyikan". Istilah ini memiliki sejarah panjang di Indonesia, khususnya dalam konteks sastra dan budaya tradisional. Dalam sejarahnya, kata "tanah tersirah" digunakan untuk menggambarkan keindahan alam yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Contoh penggunaannya dapat dilihat dalam karya sastra klasik Indonesia, seperti puisi-puisi yang menggambarkan keindahan alam dan kehidupan masyarakat tradisional. Selain itu, kata ini juga digunakan dalam konteks filosofi untuk menggambarkan kebenaran yang tidak dapat dilihat atau dirasakan secara langsung. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "tanah tersirah" dalam kalimat yang alami: - "Di hutan belantara, ada **tanah tersirah** yang indah dan lembut." - "Puisi itu menggambarkan keindahan **tanah tersirah** yang ada di dalam hati penulis." - "Dalam filosofi, **tanah tersirah** merupakan kebenaran yang tidak dapat dilihat secara langsung." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "tanah tersirah" masih digunakan sebagai inspirasi dan motivasi untuk menggambarkan keindahan dan kebenaran yang tidak dapat dilihat secara langsung. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini digunakan dalam konteks seni, sastra, dan filsafat untuk menggambarkan keindahan dan kebenaran yang lebih dalam. Dengan demikian, kata "tanah tersirah" tetap menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi masyarakat Indonesia dalam menggambarkan keindahan dan kebenaran yang tidak dapat dilihat secara langsung.