Arti Kata "tanah waris(an)" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tanah waris(an)" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tanah waris(an)

tanah pusaka peninggalan yang peruntukannya sudah ditentukan bagi tiap-tiap waris

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tanah waris(an)"

📝 Contoh Penggunaan kata "tanah waris(an)" dalam Kalimat

1.Pada tahun 1990, pemerintah mengumumkan keputusan tentang tanah warisan ayahnya.
2.Ketika nenek saya meninggal, saya mewarisi tanah warisannya yang berada di daerah hutan.
3.Pengadilan memutuskan bahwa tanah warisan leluhur saya harus dibagi secara adil di antara semua ahli waris.
4.Karena tanah warisan ayahnya sangat luas, saya harus membagi sebagian dari harta untuk menyelesaikan hukum.
5.Doktor menjelaskan bahwa tanah warisan tubuh manusia harus dipelajari untuk mengetahui tentang genetika.

📚 Artikel terkait kata "tanah waris(an)"

Mengenal Kata 'tanah waris(an)' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tanah Waris(an)" - Peninggalan Hukum Tradisional

Dalam bahasa Indonesia, kata "tanah waris(an)" memiliki makna yang sangat spesifik dan memiliki konteks historis yang unik. Tanah waris(an) merujuk pada tanah pusaka yang telah ditentukan peruntukannya bagi tiap-tiap waris, biasanya menurut aturan hukum adat atau tradisional. Konteks ini sangat erat dengan kehidupan masyarakat di masa lalu, dimana sistem warisan tanah masih menjadi praktek yang umum.

Contoh Penggunaan Kata "Tanah Waris(an)"

Kata "tanah waris(an)" sering digunakan dalam kalimat yang terkait dengan warisan harta atau peninggalan orang tua. Berikut beberapa contoh: "Dia mewarisi **tanah waris** dari kakeknya sebagai bagian dari harta pusaka keluarga." "Warisan **tanah waris** orang tua tidak boleh dijual tanpa persetujuan keluarga." "Dia sangat mencintai **tanah waris** yang telah diwariskannya dari neneknya."

Relevansi "Tanah Waris(an)" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "tanah waris(an)" masih sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks warisan harta atau peninggalan keluarga. Dalam budaya Indonesia, **tanah waris** seringkali dianggap sebagai simbol kehormatan dan kekuatan keluarga. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan menjaga **tanah waris** sebagai bagian dari warisan keluarga.