Arti Kata "tekanan sosial" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tekanan sosial" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tekanan sosial

te.kan.an sosial paksaan yang dipakai oleh masyarakat untuk mengendalikan tingkah laku warga agar mereka seirama (sejalan) dengan norma-norma yang berlaku

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tekanan sosial"

📝 Contoh Penggunaan kata "tekanan sosial" dalam Kalimat

1.Siswa saya merasa terganggu oleh tekanan sosial dari teman-temannya untuk membeli ponsel terbaru.
2.tekanan sosial yang dialami oleh remaja saat ini sangat berpengaruh pada keputusannya untuk menikah.
3.Dalam novel tersebut, tokoh utama merasakan tekanan sosial dari orang-orang di sekitarnya untuk menikah dengan orang yang tidak dia cintai.
4.Para mahasiswa diharapkan mampu menahan tekanan sosial dari masyarakat yang mengharapkan mereka sukses secara finansial.
5.tekanan sosial yang dialami oleh ibu rumah tangga dalam masyarakat patriarki sangat berpengaruh pada perannya di dalam keluarga.

📚 Artikel terkait kata "tekanan sosial"

Mengenal Kata 'tekanan sosial' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tekanan sosial" - Dampak Pada Kehidupan Sehari-Hari

Teka-teki sosial telah lama menjadi fenomena yang membingungkan banyak orang. Dalam konteks ini, "tekanan sosial" merujuk pada paksaan yang dipakai oleh masyarakat untuk mengendalikan tingkah laku warga agar mereka seirama dengan norma-norma yang berlaku. Fenomena ini telah ada sejak zaman kuno, ketika norma dan nilai-nilai sosial dipakai untuk mengatur perilaku individu. Dalam kenyataannya, tekanan sosial dapat mempengaruhi keputusan individu secara besar-besaran, baik dalam skala kecil maupun besar. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengalami tekanan sosial tanpa menyadarinya. Contohnya, ketika kita melihat teman-teman kita memakai pakaian yang sama, berbicara dengan bahasa yang sama, dan melakukan hal-hal yang sama, maka itu adalah contoh tekanan sosial. Kita pun bisa mengatakan bahwa "tekanan sosial" seringkali dipakai oleh individu untuk menekan perilaku orang lain agar mereka sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Misalnya, "Ibu mengatakan bahwa anaknya harus belajar dengan giat dan tidak boleh bermain sampai larut malam karena hal itu merupakan tekanan sosial dari masyarakat yang menganggap belajar adalah hal yang paling penting dalam kehidupan." Dalam budaya Indonesia modern, tekanan sosial masih sangat kuat. Contohnya, ketika kita melihat orang lain memakai pakaian yang mewah dan berbicara dengan bahasa yang sopan, maka itu adalah contoh tekanan sosial untuk menekan perilaku individu agar mereka sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Banyak orang Indonesia masih percaya bahwa "tekanan sosial" dapat membantu mereka mencapai kesuksesan dan kebahagiaan dalam kehidupan. Namun, perlu diingat bahwa tekanan sosial juga dapat memiliki dampak negatif, seperti membuat individu merasa terpaksa dan tidak bebas untuk membuat keputusan sendiri. Dengan demikian, penting bagi kita untuk mengerti dan mengenali tekanan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kita dapat membuat keputusan yang lebih bijak dan tidak terpengaruh oleh tekanan sosial yang tidak perlu.