Arti Kata "tempiar" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tempiar" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tempiar

tem·pi·ar v, ber·tem·pi·ar v terserak-serak; tercerai-berai; kucar-kacir: melihat burung elang datang, anak ayam ~;
ber·tem·pi·ar·an v bertempiar

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tempiar"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "tempiar" dalam Kalimat

1.Ketika melihat burung elang datang, anak ayam bertempiar di halaman rumahku.
2.Pada masa lalu, pemerintah berusaha membuat kebijakan yang lebih efektif, namun sistem berjalan dengan berΒ­temΒ­piar.
3.Kehidupan di desa ini sangatlah sederhana dan tenang, tidak seperti kehidupan di kota yang berΒ­temΒ­piar.
4.Sebagai ilustrasi, di dalam novel tersebut, keadaan negara menjadi makin berΒ­temΒ­piar setelah krisis politik.
5.Pernahkah kamu melihat hujan turun di tengah kota, sehingga lalu lintas berΒ­temΒ­piar?

πŸ“š Artikel terkait kata "tempiar"

Mengenal Kata 'tempiar' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tempiar" - Inspirasi dan Motivasi

Sejarah dan Makna Umum

Kata "tempiar" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Secara harfiah, "tempiar" berarti menjadi tercerai-berai atau kucar-kacir. Dalam konteks sejarah, kata ini mungkin tercipta dari pengalaman hidup masyarakat Indonesia, terutama di pedesaan. Masyarakat tradisional sering mengalami kehidupan yang sederhana dan sibuk dengan kegiatan sehari-hari, sehingga kata "tempiar" mungkin menjadi representasi dari kehidupan yang sederhana dan tidak teratur.

Contoh Penggunaan Kata "tempiar" dalam Kalimat

Kata "tempiar" dapat digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan keadaan yang tercerai-berai atau kacau. Misalnya: - "Setelah petani memindahkan hewan ternak ke padang rumput, hewan-hewan itu menjadi tempiar dan tidak dapat dikendalikan." (Dalam konteks ini, "tempiar" berarti menjadi tercerai-berai atau tidak dapat dipantau.) - "Pada malam itu, hujan deras membuat jalan menjadi tempiar dan tidak dapat dilalui." (Dalam konteks ini, "tempiar" berarti menjadi kacau atau tidak dapat digunakan.) - "Ketika anak ayam melihat burung elang datang, mereka menjadi tempiar dan berlari ke mana-mana." (Dalam konteks ini, "tempiar" berarti menjadi kacau atau tidak dapat dipantau.)

Relevansi Kota "tempiar" dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "tempiar" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks kehidupan pedesaan atau kegiatan outdoor. Dalam situasi keadaan darurat atau kecelakaan, kata "tempiar" dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan yang kacau atau tidak dapat dikendalikan. Selain itu, kata "tempiar" juga dapat digunakan dalam konteks budaya Indonesia modern, seperti dalam lagu atau puisi yang menggambarkan kehidupan yang sederhana dan tidak teratur.