Arti Kata "tribunal" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tribunal" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tribunal

tri·bu·nal n tempat mengadili suatu perkara; pengadilan: perusahaan itu mengajukan masalah tsb ke badan --

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tribunal"

📝 Contoh Penggunaan kata "tribunal" dalam Kalimat

1.Bandingan antara keempat hakim di pengadilan tribunal dan hakim di pengadilan tinggi menunjukkan perbedaan hasil.
2.Pengadilan tribunal internasional telah menetapkan hukuman bagi para pelaku kejahatan perang.
3.Para peneliti dari universitas ini akan menjadi anggota tribunal internasional yang akan menangani kasus pelanggaran hak asasi manusia.
4.Di tribunal ini, para hakim akan memutuskan apakah perusahaan tersebut bersalah atau tidak atas tindakan lingkungan hidupnya yang merusak.
5.Pengadilan tribunal di negara ini memiliki kekuasaan untuk menghukum para pelaku korupsi yang menjerat negara.

📚 Artikel terkait kata "tribunal"

Mengenal Kata 'tribunal' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tribunal" dalam Bahasa Indonesia

Kata "tribunal" memiliki makna yang luas dalam konteks bahasa Inggris, tetapi dalam bahasa Indonesia, kata ini memiliki arti yang lebih spesifik. Dalam arti resmi, tribunal diartikan sebagai tempat mengadili suatu perkara atau pengadilan. Konsep ini telah ada sejak zaman kuno, ketika para penguasa menggunakan tribunal sebagai lembaga hukum untuk menyelesaikan sengketa dan kasus-kasus yang kompleks. Dalam sejarah, tribunal digunakan sebagai lembaga pengadilan untuk menyelesaikan kasus-kasus yang melibatkan keluarga raja atau para pejabat tinggi. Konsep ini kemudian berkembang menjadi sistem hukum yang lebih formal, dengan tribunal sebagai lembaga independen yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan sengketa dan kasus-kasus hukum. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat contoh penggunaan kata tribunal dalam berbagai konteks. Misalnya, "Perusahaan itu mengajukan masalah tersebut ke tribunal untuk menyelesaikan sengketa dengan kontraktor." Atau, "Pengadilan tribunal di Jakarta memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan kasus-kasus hukum yang melibatkan perusahaan-perusahaan besar di Indonesia." Dalam budaya Indonesia modern, tribunal memiliki relevansi yang signifikan dalam pengadilan dan proses hukum. Dalam beberapa tahun terakhir, telah ada tumbuhnya kesadaran akan pentingnya tribunal sebagai lembaga independen yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan sengketa dan kasus-kasus hukum. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami konsep tribunal dan peranannya dalam sistem hukum di Indonesia.