Arti Kata "ular kembang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ular kembang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ular kembang

Kiasan petualang yang tidak bertanggung jawab dan sebagainya; orang yang tampaknya baik, tetapi sebenarnya berhati jahat: agar pemerintahan kuat, golongan ular kembang kembang harus disingkirkan dari pimpinan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ular kembang"

📝 Contoh Penggunaan kata "ular kembang" dalam Kalimat

1.Pemerintah harus menghilangkan golongan ular kembang dari posisi pentingnya.
2.Politisi yang menunjukkan diri sebagai ular kembang harus diawasi oleh otoritas.
3.Bukankah dia seorang ular kembang yang menyamar sebagai teman baik?
4.Kita harus berhati-hati dengan orang-orang yang seperti ular kembang dalam lingkungan kita.
5.Dalam novel tersebut, karakter utama adalah seorang ular kembang yang berubah menjadi pahlawan.

📚 Artikel terkait kata "ular kembang"

Mengenal Kata 'ular kembang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Ular Kembang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "ular kembang" memiliki makna yang sangat luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara historis dan sosial, kata ini digunakan untuk menggambarkan orang yang tampaknya baik dan baik hati, tetapi sebenarnya memiliki niat jahat dan tidak bertanggung jawab. Ular kembang sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki sifat manipulatif dan oportunis. Dalam konteks politik, kata ular kembang sering digunakan untuk menggambarkan golongan atau kelompok yang tampaknya berdedikasi untuk kebaikan, tetapi sebenarnya memiliki niat jahat untuk menguasai kekuasaan. **Ular kembang** dalam politik sering dianggap sebagai ancaman bagi kestabilan dan keamanan negara. Dalam konteks ini, golongan ular kembang harus disingkirkan dari pimpinan pemerintahan untuk menjaga kekuatan dan kestabilan negara. Contoh penggunaan kata ular kembang dalam kalimat yang alami adalah: "Dia tampaknya baik hati, tapi sebenarnya dia adalah seorang **ular kembang** yang hanya ingin memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingannya sendiri." Atau, "Golongan **ular kembang** dalam pemerintahan harus disingkirkan untuk menjaga kestabilan negara." Dalam kehidupan sehari-hari, kata ular kembang juga digunakan untuk menggambarkan orang yang tidak bertanggung jawab dan manipulatif. Contoh lain adalah: "Dia melakukan hal yang tidak bertanggung jawab, tapi dia selalu mencari alasan untuk mengelakkan tanggung jawabnya, dia adalah seorang **ular kembang** yang tidak peduli dengan konsekuensi tindakannya." Dalam budaya Indonesia modern, kata ular kembang memiliki makna yang sangat relevan. Dalam era digital, **ular kembang** sering digunakan dalam konteks online, seperti dalam dunia media sosial, untuk menggambarkan orang yang manipulatif dan oportunis. Dalam konteks ini, **ular kembang** menjadi simbol dari bahaya manipulasi dan oportunisme dalam era digital.