Arti Kata "waluku" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "waluku" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

waluku

wa·lu·ku n bajak; luku; tenggala

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "waluku"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "waluku" dalam Kalimat

1.Pada hari raya Idul Fitri, ayah saya selalu membeli luku untuk dibuat sebagai hidangan spesial.
2.Sebagai seorang ahli pertanian, dia mengatakan bahwa tanah luku sangat cocok untuk ditanami jagung.
3.Dalam kebudayaan Melayu, luku digunakan sebagai bahan baku membuat peralatan rumah tangga.
4.Di pasar tradisional, penjual menjual luku dengan harga yang terjangkau untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
5.Dokter mengatakan bahwa pasien mengalami luku pada bagian bahu akibat jatuh dari tangga.

πŸ“š Artikel terkait kata "waluku"

Mengenal Kata 'waluku' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "waluku" - Kunci untuk Mengerti Bahasa Indonesia Liar

Dalam bahasa Indonesia, waluku memiliki makna yang unik dan menarik. Kata ini pertama kali muncul dalam bahasa Indonesia tradisional sebagai waΒ·luΒ·ku n bajak; luku; tenggala, yang berarti bajak atau alat pertanian yang digunakan untuk mengolah tanah. Pada masa lalu, waluku merupakan alat penting dalam kehidupan masyarakat pedalaman Indonesia yang bergantung pada pertanian. Mereka menggunakan waluku untuk mengolah tanah, menanam tanaman, dan mengumpulkan hasil panen. Dalam konteks sosial, waluku juga memiliki makna yang lebih luas, seperti kemampuan untuk menghadapi tantangan dan mengalahkan lawan. Berikut beberapa contoh penggunaan kata waluku dalam kalimat yang alami: * Ia menggunakan waluku untuk mengolah tanah di sawahnya. * Dia adalah seorang tukang waluku yang terkenal di desa. * Mereka menggunakan waluku untuk mengumpulkan hasil panen di musim hujan. Dalam kehidupan sehari-hari, waluku masih memiliki relevansi yang signifikan. Banyak orang di pedesaan masih menggunakan alat-alat tradisional seperti waluku untuk mengolah tanah dan menanam tanaman. Selain itu, waluku juga menjadi simbol kekuatan dan kemampuan dalam menghadapi tantangan. Dalam budaya Indonesia modern, waluku masih digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan kemampuan seseorang dalam mengalahkan lawan dan mencapai kesuksesan. Dengan demikian, waluku bukan hanya sebuah kata yang memiliki makna yang unik, tetapi juga memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.