Arti Kata "warung hidup" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "warung hidup" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

warung hidup

Kiasan pekarangan yang ditanami sayur-sayuran untuk keperluan sehari-hari

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "warung hidup"

📝 Contoh Penggunaan kata "warung hidup" dalam Kalimat

1.Di pekarangan rumahnya, ibu rumah tangga ini memiliki warung hidup yang sangat indah. Banyak masyarakat di pinggiran kota yang memanfaatkan lahan kosong sebagai warung hidup. Kami mengajak anak-anak untuk mengunjungi warung hidup di taman kota sebagai kegiatan ekspedisi.

📚 Artikel terkait kata "warung hidup"

Mengenal Kata 'warung hidup' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "warung hidup" - Inspirasi dan Motivasi

Pernahkah Anda mendengar istilah "warung hidup"? Kata ini memiliki makna yang sangat spesifik dan kaya akan makna dalam konteks kehidupan sehari-hari kita. Secara resmi, **warung hidup** adalah kiasan pekarangan yang ditanami sayur-sayuran untuk keperluan sehari-hari. Dalam arti yang lebih luas, **warung hidup** menjadi simbol kehidupan yang sederhana, alami, dan produktif. Dalam sejarah, **warung hidup** telah menjadi bagian dari kehidupan orang-orang di pedesaan Indonesia. Mereka mengembangkan pekarangan mereka untuk menanam sayuran dan buah-buahan, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari mereka sendiri. Dengan demikian, **warung hidup** menjadi sumber kebahagiaan dan keamanan bagi mereka. Hari ini, **warung hidup** masih relevan dalam kehidupan sehari-hari kita, terutama dalam konteks konsep **hidup berkebun** dan **self-sufficiency**. Contoh penggunaan kata **warung hidup** dalam kalimat yang alami adalah: "Setiap hari, ibu kami memasak sayuran dari **warung hidup** kami sendiri di kebun." Atau, " Kami sangat bangga dengan **warung hidup** kami yang sudah berjalan selama beberapa tahun." Dalam kedua contoh kalimat tersebut, **warung hidup** digunakan untuk menggambarkan pekarangan yang ditanami sayuran dan buah-buahan. Dalam kehidupan sehari-hari, **warung hidup** memiliki relevansi yang sangat penting dalam budaya Indonesia modern. Dengan membangun pekarangan sendiri, kita dapat memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari kita sendiri, sehingga lebih mandiri dan tidak tergantung pada produk import. Selain itu, **warung hidup** juga menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan bertani dan berkebun, sehingga kita dapat meningkatkan kesadaran lingkungan dan menghemat biaya. Dengan demikian, **warung hidup** menjadi bagian dari kehidupan yang lebih seimbang, sederhana, dan alami.