Arti Kata "wazir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "wazir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

wazir

1wa·zir kl n perdana menteri

2wa·zir ? bawasir

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "wazir"

📝 Contoh Penggunaan kata "wazir" dalam Kalimat

1.Menteri keuangan itu disebut wazir dalam bahasa Arab.
2.Sebagai wazir, dia bertanggung jawab atas kebijakan fiskal negara.
3.Dalam sejarah, wazir telah berperan penting dalam membantu raja dalam menetapkan kebijakan politik.
4.Pada saat itu, wazir muda itu masih belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin yang efektif.
5.Di negara Arab, wazir masih dianggap sebagai pejabat penting dalam kabinet pemerintah.

📚 Artikel terkait kata "wazir"

Mengenal Kata 'wazir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Wazir" - Perdana Menteri dalam Sejarah Islam

Kata "wazir" seringkali muncul dalam konteks sejarah dan politik Islam. Dalam bahasa Indonesia, wazir memiliki makna resmi sebagai perdana menteri. Namun, apa sebenarnya makna umum dan konteks historis dari kata ini? Wazir memiliki akar kata yang berasal dari bahasa Arab, yang berarti "penasihat" atau "menteri". Dalam sejarah, wazir adalah pejabat tinggi yang membantu khalifah (khalifah) dalam mengambil keputusan penting. Mereka juga memiliki tanggung jawab dalam mengelola negara dan membuat kebijakan. Dalam beberapa kasus, wazir bahkan berperan sebagai pembantu khalifah dalam mengambil keputusan yang sangat penting. Peran wazir dalam sejarah Islam sangatlah penting karena mereka membantu memimpin negara dan membuat kebijakan yang strategis. Dalam kehidupan sehari-hari, kata wazir juga dapat ditemukan dalam beberapa kalimat alami. Misalnya, "Dia dipercaya sebagai wazir oleh para pemimpin negara" atau "Dia berperan sebagai wazir dalam mengelola proyek besar tersebut". Dalam beberapa konteks, kata wazir juga dapat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki peran penting dalam mengambil keputusan. Dalam budaya Indonesia modern, kata wazir tidak lagi digunakan secara luas seperti dalam sejarah Islam. Namun, konsep wazir masih relevan dalam beberapa konteks, seperti dalam peran menteri atau pejabat tinggi dalam pemerintahan. Dalam beberapa kasus, kata wazir juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam menggambarkan seseorang yang memiliki peran penting dalam mengambil keputusan.