Arti Kata "berhati tungau" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "berhati tungau" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

berhati tungau

ber.ha.ti tungau penakut

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "berhati tungau"

📝 Contoh Penggunaan kata "berhati tungau" dalam Kalimat

1.Dia sangat berhati tungau saat mendengar suara ribut petir di malam hari.
2.Saya tidak bisa melanjutkan perjalanan karena berhati tungau melihat hewan buas di hutan.
3.Guru memberikan contoh pada murid yang berhati tungau tentang cara menghadapi kegawatan.
4.Karena berhati tungau, dia tidak berani masuk ke dalam air yang dangkal di pantai.
5.Dia sangat berhati tungau saat mendengar kabar bahwa hutan akan dibakar oleh kebakaran hutan.

📚 Artikel terkait kata "berhati tungau"

Mengenal Kata 'berhati tungau' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "berhati tungau" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "berhati tungau" sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki sifat penakut. Istilah ini berasal dari bahasa Jawa, di mana "tungau" berarti semut, dan "berhati" berarti hati. Dalam konteks ini, "berhati tungau" merujuk pada seseorang yang memiliki hati yang genting dan takut. Dalam sejarah, kata "berhati tungau" sering digunakan untuk menggambarkan sifat-sifat negatif, seperti kecemasan dan ketakutan. Namun, dalam konteks modern, kata ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki sifat yang lebih kompleks, seperti orang yang memiliki kekhawatiran yang masuk akal dan berhati-hati. **Contoh Penggunaan Kata "berhati tungau"** Berikut beberapa contoh penggunaan kata "berhati tungau" dalam kalimat yang alami: * "Dia sangat berhati tungau ketika berada di tempat yang gelap." * "Saya tidak ingin menjadi berhati tungau seperti dia, yang selalu merinding ketika mendengar suara keras." * "Dia adalah contoh yang baik bagi kita semua untuk tidak menjadi berhati tungau dan selalu berusaha untuk maju." **Relevansi Kata "berhati tungau" dalam Kehidupan Sehari-Hari** Kata "berhati tungau" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia. Dalam budaya Jawa, contohnya, sifat-sifat seperti kehati-hatian dan kecemasan dianggap sebagai sifat yang positif, karena dapat membantu seseorang untuk menghindari bahaya dan berada di tempat yang aman. Namun, dalam konteks modern, kata "berhati tungau" juga dapat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki sifat yang lebih kompleks, seperti orang yang memiliki kekhawatiran yang masuk akal dan berhati-hati. Dengan demikian, kata "berhati tungau" dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk berusaha menjadi lebih baik dan tidak menjadi berhati tungau dalam kehidupan sehari-hari.