Arti Kata "congak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "congak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

congak

1co·ngak a, men·co·ngak v mengangkat muka (kepala) ke atas; mendongak: dia ~ memandang kpd saya;
co·ngak-ca·ngit v mendongak dan menundukkan muka berkali-kali;
men·co·ngak·kan v mendongakkan muka (kepala): kerbau ~ kepalanya ketika melihat musuhnya

2co·ngak n taksiran yg dibuat dl kepala saja, tidak ditulis: biaya pembelian barang baru dibuat dng -- saja;
men·co·ngak v menghitung di luar kepala (dng ingatan saja, yg ditulis hanya hasilnya)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "congak"

๐Ÿ“ Contoh Penggunaan kata "congak" dalam Kalimat

1.Dia mengangkat muka ke atas memandangku dengan mata tajam.
2.Dalam perayaan hari raya, banyak orang yang mendongak ke langit untuk berdoa.
3.Kerbau mendongakkan kepalanya ketika melihat musuhnya yang hendak menyerang.
4.Pada pertemuan bisnis, dia mendongak ke atas untuk menatap atasan.
5.Pegawai keamanan mendongakkan muka ke atas memeriksa identitas pengunjung.

๐Ÿ“š Artikel terkait kata "congak"

Mengenal Kata 'congak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Congak" - Hanya Satu Langkah ke Hadapan

Kata "congak" seringkali digunakan dalam percakapan sehari-hari, namun banyak orang yang belum paham apa sebenarnya maknanya. Secara etimologis, kata "congak" memiliki arti mengangkat muka (kepala) ke atas, seperti mengamati atau memandang seseorang. Konteks historis dan sosial kata ini sangat menarik, karena dalam bahasa Indonesia kuno, "congak" digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang mendongak dan menundukkan muka berkali-kali. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "congak" sering digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang mengamati atau memandang seseorang dengan minat. Contoh penggunaan kata "congak" dalam kalimat yang alami adalah: "Dia ~ memandang kpd saya dengan mata yang tajam." Atau, "Dia ~ kepalanya ketika melihat musuhnya." Dalam kedua contoh kalimat tersebut, kata "congak" digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang mengamati atau memandang seseorang atau sesuatu dengan minat. Relevansi kata "congak" dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting. Dalam budaya Indonesia modern, kata "congak" sering digunakan dalam konteks sosial, seperti menggambarkan perilaku seseorang yang mengamati atau memandang seseorang dengan minat. Selain itu, kata "congak" juga digunakan dalam konteks budaya, seperti menggambarkan perilaku seseorang yang mengamati atau memandang seseorang dengan minat dalam konteks tradisional. Dengan demikian, kata "congak" memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.

Penggunaan Kata "Congak" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "congak" digunakan dalam berbagai konteks, seperti menggambarkan perilaku seseorang yang mengamati atau memandang seseorang dengan minat. Selain itu, kata "congak" juga digunakan dalam konteks budaya, seperti menggambarkan perilaku seseorang yang mengamati atau memandang seseorang dengan minat dalam konteks tradisional. Dengan demikian, kata "congak" memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.

Budaya Indonesia Modern dan Kata "Congak"

Dalam budaya Indonesia modern, kata "congak" sering digunakan dalam konteks sosial, seperti menggambarkan perilaku seseorang yang mengamati atau memandang seseorang dengan minat. Selain itu, kata "congak" juga digunakan dalam konteks budaya, seperti menggambarkan perilaku seseorang yang mengamati atau memandang seseorang dengan minat dalam konteks tradisional. Dengan demikian, kata "congak" memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.