Arti Kata "delusif" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "delusif" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

delusif

de·lu·sif /délusif/ a bersifat delusi (khayal, tidak nyata)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "delusif"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "delusif" dalam Kalimat

1.Istriku selalu mengatakan bahwa dia melihat hantu di rumah, namun saya pikir itu delusif.
2.Dokter berkata bahwa gejala tersebut bukanlah delusif, tapi ciri-ciri penyakit mental yang serius.
3.Pada buku novel itu, tokoh utama mengalami perasaan delusif setelah kecelakaan mobil.
4.Dalam pelajaran psikologi, kita belajar bahwa delusif adalah kondisi mental yang dapat menyebabkan gangguan berpikir.
5.Pemimpin politik tersebut dipandang oleh lawannya sebagai pribadi yang delusif dan tidak dapat dipercaya.

πŸ“š Artikel terkait kata "delusif"

Mengenal Kata 'delusif' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "delusif" - Inspirasi dan Motivasi

Definisi dan Konteks Historis

Kata "delusif" berasal dari bahasa Perancis "dΓ©lirant", yang berarti "khayal" atau "tidak nyata". Makna umum dari kata ini adalah bersifat delusi, yaitu berdasarkan penilaian atau persepsi yang salah. Dalam konteks historis, kata ini pertama kali digunakan dalam psikologi untuk menggambarkan kondisi mental di mana seseorang memiliki pikiran yang tidak rasional atau khayal.

Contoh Penggunaan Kata "delusif" dalam Kalimat

Kata "delusif" sering digunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Contoh penggunaan kata ini dalam kalimat adalah: "Dia memiliki pikiran yang delusif tentang kemampuannya sebagai seorang atlet profesional." Atau, "Dia tidak bisa melihat kenyataan bahwa perusahaannya sedang mengalami kesulitan keuangan karena pikirannya yang delusif." Contoh lainnya adalah: "Dia selalu berpikir bahwa dia akan menemukan uang tunai di tempat-tempat yang tidak mungkin, hal ini membuatnya memiliki pikiran yang delusif tentang kemungkinan keberhasilannya."

Relevansi Kata "delusif" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "delusif" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, banyak orang yang memiliki pikiran yang delusif tentang kemampuan mereka sendiri. Mereka berpikir bahwa mereka bisa sukses dengan mudah tanpa perlu usaha yang sungguh-sungguh. Namun, kenyataannya, kesuksesan tidak bisa dicapai dengan mudah dan membutuhkan usaha yang keras dan dedikasi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memiliki pikiran yang jernih dan rasional, dan tidak terpengaruh oleh pikiran yang delusif.