Arti Kata "doni" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "doni" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

doni

do·ni n Huk utang seseorang yg dapat diwariskan apabila belum dilunasi semasa hidupnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "doni"

📝 Contoh Penggunaan kata "doni" dalam Kalimat

1.Ia memiliki doni besar yang harus dilunasi sebelum meninggal.
2.Saya tidak ingin meninggalkan doni yang besar untuk anak-anak saya.
3.Dalam undang-undang, doni dianggap sebagai utang yang dapat diwariskan.
4.Pada masa lalu, doni sering kali menjadi sumber konflik antar keluarga.
5.Dalam novel itu, tokoh utama memiliki doni yang telah menumpuk selama bertahun-tahun.

📚 Artikel terkait kata "doni"

Mengenal Kata 'doni' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "doni" - Hukum Utang di Warisan

Kata doni seringkali diasosiasikan dengan konsep utang dan kewajiban. Dalam konteks hukum, doni merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut utang seseorang yang dapat diwariskan apabila belum dilunasi semasa hidupnya. Sejarahnya, konsep doni berasal dari budaya agraris di Indonesia, di mana utang seringkali berkaitan dengan sistem pertanian dan kebutuhan ekonomi. Dalam kehidupan sehari-hari, konsep doni masih relevan. Sebagai contoh, sebuah perusahaan mungkin memiliki doni kepada kreditor jika belum melunasi hutangnya. Dalam situasi lain, seseorang mungkin memiliki doni kepada keluarganya jika belum melunasi utang yang diwariskan. Dalam kalimat yang lebih sederhana, "Dia memiliki doni kepada adiknya karena tidak bisa melunasi utangnya sendiri." Konsep doni juga memiliki relevansi dalam budaya Indonesia modern. Dalam beberapa kasus, utang dapat menjadi beban yang berat bagi keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk memahami konsep doni dan cara mengelola utang dengan bijak. Dengan demikian, kita dapat menghindari masalah doni yang dapat berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari.