Arti Kata "duduk di ambung-ambung taji" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "duduk di ambung-ambung taji" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

duduk di ambung-ambung taji

Peribahasa selalu merasa khawatir (gelisah)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "duduk di ambung-ambung taji"

📝 Contoh Penggunaan kata "duduk di ambung-ambung taji" dalam Kalimat

1.Saya selalu duduk di ambung-ambung taji karena kekhawatiran mengenai masa depan karir saya.
2.Ibu saya duduk di ambung-ambung taji karena khawatir anaknya tidak bisa menemukan pekerjaan yang tepat.
3.Dalam novel itu, karakter utama selalu duduk di ambung-ambung taji karena rasa penyesalan atas keputusannya.
4.Guru mengungkapkan bahwa banyak siswa duduk di ambung-ambung taji karena tekanan belajar yang terlalu tinggi.
5.Pada malam sebelum ujian, saya duduk di ambung-ambung taji karena takut tidak bisa menyelesaikan semua soal dengan benar.

📚 Artikel terkait kata "duduk di ambung-ambung taji"

Mengenal Kata 'duduk di ambung-ambung taji' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Duduk di Ambung-Ambung Taji" - Inspirasi dan Motivasi

Peribahasa "duduk di ambung-ambung taji" adalah ungkapan yang menyampaikan perasaan seseorang yang selalu merasa khawatir atau gelisah. Ungkapan ini berasal dari zaman lampau, ketika masyarakat masih menghormati dan mencintai tradisi-tradisi leluhur.

Makna Umum dan Konteks Historis

Frase "duduk di ambung-ambung taji" memiliki makna yang cukup luas. Kata "duduk" mengacu pada perasaan seseorang yang merasa tidak nyaman atau cemas, sedangkan "ambung-ambung" merupakan bagian tubuh yang sensitif, yaitu perut. Jadi, "duduk di ambung-ambung taji" dapat diartikan sebagai perasaan seseorang yang selalu merasa khawatir atau gelisah, seperti ada yang mengganggu perutnya. Ungkapan ini mungkin berasal dari kebiasaan masyarakat lama yang selalu khawatir akan keamanan dan kesejahteraan mereka.

Contoh Penggunaan Kata "Duduk di Ambung-Ambung Taji"

- "Dia selalu merasa khawatir dan gelisah, seperti duduk di ambung-ambung taji." - "Setelah mendengar berita buruk, dia langsung duduk di ambung-ambung taji dan tidak bisa tidur malam ini." - "Dia selalu duduk di ambung-ambung taji karena khawatir akan keuangan keluarganya."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari atau Budaya Indonesia Modern

Peribahasa "duduk di ambung-ambung taji" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari kita. Banyak orang yang masih mengalami perasaan khawatir atau gelisah, terutama dalam situasi yang tidak pasti atau tidak stabil. Ungkapan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk menghadapi perasaan tersebut dengan lebih baik. Dengan memahami makna dan konteks historis dari peribahasa "duduk di ambung-ambung taji", kita dapat lebih mudah mengatasi perasaan khawatir dan gelisah tersebut.