Arti Kata "hukum formal" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hukum formal" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hukum formal

sistem hukum yang didasarkan atas logika hukum, tanpa pertimbangan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hukum formal"

📝 Contoh Penggunaan kata "hukum formal" dalam Kalimat

1.Sistem hukum formal merupakan dasar untuk menjalankan keadilan di negara demokrasi.
2.Kebijakan pemerintah harus dibuat berdasarkan hukum formal untuk menghindari penyalahgunaan kekuasaan.
3.Mahkamah Agung Indonesia menegaskan bahwa setiap putusan harus berdasarkan hukum formal dan tidak dapat menyalahgunakan kekuasaan.
4.Dalam pelaksanaan keadilan, hakim harus menerapkan hukum formal sebagai acuan utama mereka.
5.Sistem hukum formal harus dipahami dan diterapkan dengan baik oleh masyarakat agar keadilan dapat tercipta.

📚 Artikel terkait kata "hukum formal"

Mengenal Kata 'hukum formal' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Hukum Formal" - Pentingnya dalam Sistem Hukum

Apakah Hukum Formal?

Hukum formal merujuk pada sistem hukum yang didasarkan atas logika hukum, tanpa pertimbangan emosi atau kepentingan pribadi. Dalam konteks sejarah, hukum formal mulai berkembang pada zaman modern, ketika para ahli hukum mencoba untuk menciptakan sistem hukum yang objektif dan transparan. Hukum formal ini memiliki tujuan untuk memastikan bahwa setiap individu di bawah hukum yang sama, tanpa adanya diskriminasi atau preferensi.

Contoh Penggunaan Hukum Formal dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat contoh-contoh penggunaan hukum formal dalam berbagai aspek. Misalnya, ketika kita melakukan transaksi jual-beli, kita harus mematuhi aturan hukum formal yang berlaku, seperti mengisi formulir pengajuan, membayar pajak, dan sebagainya. Kita juga harus mematuhi hukum formal ketika kita melakukan pekerjaan, seperti mematuhi jam kerja, aturan keselamatan kerja, dan sebagainya. Dalam kalimat, contoh penggunaan kata "hukum formal" adalah: "Pemerintah harus mematuhi **hukum formal** dalam menetapkan kebijakan dan aturan." Atau, "Kita harus mematuhi **hukum formal** dalam melakukan transaksi jual-beli."

Relevansi Hukum Formal dalam Kehidupan Sehari-Hari

Hukum formal memiliki relevansi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memastikan bahwa setiap individu di bawah hukum yang sama. Dalam budaya Indonesia modern, hukum formal dapat membantu meningkatkan integritas dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dan mematuhi hukum formal dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil, transparan, dan berintegritas.