Arti Kata "kapitulasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kapitulasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kapitulasi

ka·pi·tu·la·si n 1 hal atau peristiwa menyerah kalah (dl perang); pengakuan kalah perang; 2 penyerahan kekuasaan sbg akibat kekalahan dl peperangan kpd pihak yg menang;
ber·ka·pi·tu·la·si v menyerah kalah: Jepang ~ kpd Tentara Sekutu pd tanggal 14 Agustus 1945

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kapitulasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "kapitulasi" dalam Kalimat

1.Dalam pertempuran tersebut, pasukan lawan akhirnya melakukan kapitulasi dan menyerahkan diri.
2.Pada tahun 1945, Jepang melakukan kapitulasi terhadap Tentara Sekutu setelah perang dunia kedua.
3.Dalam permainan strategi, kapitulasi adalah pilihan yang bijak ketika keadaan tidak menguntungkan.
4.Pada masa kolonialisme, kapitulasi terjadi ketika bangsa kolonial menyerahkan kekuasaan kepada penguasa asing.
5.Dalam novel tersebut, kapitulasi adalah simbol kelemahan dan kekalahan moral bagi karakter utama.

📚 Artikel terkait kata "kapitulasi"

Mengenal Kata 'kapitulasi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kapitulasi" - Inspirasi dan Motivasi

Kata kapitulasi seringkali membuat kita berpikir tentang kekalahan dan menyerah kalah. Namun, dalam konteks yang lebih luas, kapitulasi juga dapat diartikan sebagai pengakuan kalah perang atau penyerahan kekuasaan sebagai akibat kekalahan dalam peperangan. Dalam sejarah, kapitulasi telah menjadi bagian dari banyak konflik, termasuk Perang Dunia II. Pada tanggal 14 Agustus 1945, Jepang menyatakan kapitulasi kepada Tentara Sekutu, menandai akhir dari perang yang membawa kehancuran besar. Kata kapitulasi dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, dalam sebuah pertandingan olahraga, tim yang kalah menyatakan kapitulasi dan mengakui keunggulan lawan. Atau, dalam suatu konflik bisnis, perusahaan yang gagal menyerahkan kapitulasi dan mengakui keunggulan pesaingnya. Bahkan, dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menggunakan kata kapitulasi untuk menggambarkan keadaan di mana seseorang menyerah kalah dalam persaingan atau tantangan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata kapitulasi dapat memiliki makna yang lebih luas. Misalnya, ketika kita menyatakan kapitulasi akan kebiasaan buruk, kita sedang mengakui kelemahan kita dan bersiap untuk berubah. Atau, ketika kita menyerahkan kapitulasi dalam suatu hubungan, kita sedang mengakui kelemahan kita dalam mencapai kesepakatan yang sama dengan pasangan kita. Dalam budaya Indonesia modern, kapitulasi masih menjadi topik yang relevan dalam diskusi tentang kekuasaan, kekuatan, dan kelemahan.