Arti Kata "koteng" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "koteng" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

koteng

ko·teng /koténg/ a, ter·ko·teng-ko·teng a seorang diri; tidak berteman

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "koteng"

📝 Contoh Penggunaan kata "koteng" dalam Kalimat

1.Kakakku selalu menjadi orang yang sibuk, sehingga sering terkokoteng di kantor.
2.Pada masa lalu, anak-anak kecil sering terkokoteng karena tidak memiliki banyak teman.
3.Teman saya sedang menghadapi masa-masa sulit, sehingga menjadi terkokoteng dan sedih.
4.Di zaman kuno, seorang raja yang tidak memiliki teman akan menjadi terkokoteng dan dikenal sebagai orang yang sombong.
5.Sebagai seorang anak yang masih kecil, dia merasa terkokoteng karena tidak bisa bermain dengan teman-temannya.

📚 Artikel terkait kata "koteng"

Mengenal Kata 'koteng' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "koteng" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "koteng" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia, yaitu seseorang yang tidak memiliki teman atau sangat sedikit teman. Dalam konteks sosial, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang termasuk dalam kelompok sosial tertentu, seperti anak-anak yang tidak memiliki teman di sekolah atau orang dewasa yang tidak memiliki hubungan sosial yang baik. Konteks historis kata "koteng" tidak begitu jelas, tetapi dapat dipahami sebagai sebuah fenomena sosial yang masih relevan hingga masa kini. Kata "koteng" sering digunakan dalam kalimat yang alami, seperti: "Dia adalah anak koteng di sekolahnya, tidak memiliki teman pun." atau "Dia sangat sedih karena menjadi seseorang koteng di kantor." Kata ini juga dapat digunakan dalam kalimat yang lebih formal, seperti: "Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak koteng lebih rentan terhadap stres dan depresi." Dengan demikian, kata "koteng" dapat digunakan untuk menggambarkan berbagai konteks sosial dan emosional. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "koteng" memiliki relevansi yang cukup signifikan, terutama dalam konteks sosial dan emosional. Orang-orang yang merasa menjadi seseorang koteng dapat merasa sedih, marah, atau bahkan depresi. Oleh karena itu, penting untuk memiliki hubungan sosial yang baik dan menjalin relasi yang positif dengan orang lain untuk menghindari menjadi seseorang koteng. Dengan demikian, kata "koteng" dapat digunakan sebagai inspirasi dan motivasi untuk memperbaiki hubungan sosial dan emosional kita.