Arti Kata "mentah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mentah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mentah

men·tah a 1 belum masak; belum waktunya untuk dipetik, diambil hasilnya dsb (spt buah-buahan): buahnya masih -- . rasanya asam dan sepat; 2 belum matang; belum selesai diolah untuk dimakan (tt makanan): nasi itu perlu ditanak lagi krn sebagian masih --; 3 belum mantap benar; belum sempurna; belum putus: perundingan itu masih -- , masih perlu dilanjutkan lagi;
men·tah-men·tah adv 1 tidak dng dimasak (diolah): sayuran itu dimakannya - dng sambal; 2 begitu saja; tidak dng syarat apa-apa; sama sekali: usulnya ditolak -;
me·men·tah·kan kl v 1 mengembalikan pd keadaan tidak sempurna; 2 membatalkan hasil yg sudah pasti; menjadikan mentah: jangan - hasil musyawarah yg telah disetujui bersama;
ke·men·tah·an n hal atau keadaan mentah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mentah"

📝 Contoh Penggunaan kata "mentah" dalam Kalimat

1.Buah segar yang masih mentah harus dipetik pada pagi hari.
2.Nasi itu perlu ditanak lagi karena sebagian masih mentah.
3.Perundingan antar negara masih mentah dan perlu dilanjutkan lagi.
4.Dia suka makan sayuran mentah dengan sambal.
5.Pengambilan hasil survei harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak membongkar keadaan mentah yang masih sensitive.

📚 Artikel terkait kata "mentah"

Mengenal Kata 'mentah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "mentah" dalam Bahasa Indonesia

Kata "mentah" memiliki makna yang sangat luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, kata ini berarti belum masak, belum waktunya untuk dipetik, diambil hasilnya, dsb. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang belum sempurna atau belum terolah dengan baik. Buah-buahan yang masih mentah seringkali tidak dapat dimakan secara langsung karena rasanya yang asam dan sepat. Namun, jika dipetik pada saat yang tepat, buah-buahan tersebut dapat diproses menjadi makanan yang lezat. Contoh lain, nasi yang masih mentah perlu ditanak lagi karena sebagian masih belum matang. Dalam konteks ini, kata "mentah" digunakan untuk menggambarkan keadaan yang belum sempurna atau belum terolah dengan baik. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "mentah" juga digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, perundingan yang masih mentah masih perlu dilanjutkan lagi karena belum tercapai kesepakatan yang memuaskan. Atau, usul yang ditolak mentah tidak ada syarat apa-apa dan langsung ditolak tanpa perlu penjelasan lebih lanjut. Dalam hal ini, kata "mentah" digunakan untuk menggambarkan keadaan yang belum sempurna atau belum terolah dengan baik. Dalam budaya Indonesia modern, kata "mentah" juga digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, makanan yang disajikan dalam bentuk mentah seperti sambal atau salad seringkali disukai oleh orang-orang karena rasanya yang segar dan segar. Namun, dalam beberapa kasus, kata "mentah" juga digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang belum sempurna atau belum terolah dengan baik. Dalam hal ini, perlu diingat bahwa kata "mentah" dapat memiliki makna yang berbeda-beda tergantung pada konteksnya.