Arti Kata "meranda tua" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "meranda tua" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

meranda tua

me.ran.da tua hingga tua tidak mau atau belum kawin (tentang gadis)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "meranda tua"

📝 Contoh Penggunaan kata "meranda tua" dalam Kalimat

1.Anak itu masih meranda tua karena belum memiliki pacar.
2.Gadis yang meranda tua ini sering menjadi bahan perbincangan di kalangan teman-temannya.
3.Dalam budaya tradisional, seorang gadis dianggap meranda tua jika ia belum menikah pada usia yang tepat.
4.Dia merasa malu dan sedih karena masih meranda tua di usianya yang sudah tidak muda lagi.
5.Dalam cerita rakyat, seorang gadis meranda tua menjadi tukang palu yang sangat terkenal di desa.

📚 Artikel terkait kata "meranda tua"

Mengenal Kata 'meranda tua' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Meranda Tua" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "meranda tua" memiliki makna yang khusus dalam bahasa Indonesia, yaitu mengacu pada gadis yang sudah tua, hingga tua tidak mau atau belum kawin. Istilah ini memiliki konteks historis dan sosial yang unik, terkait dengan nilai-nilai dan norma masyarakat pada masa lalu. Dalam beberapa abad yang lalu, gadis yang tidak menikah sebelum usia tertentu dianggap sebagai meranda tua, yang dapat membawa stigma negatif bagi dirinya dan keluarganya. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "meranda tua" digunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Misalnya, "Ibu masih ingat kakaknya yang menjadi meranda tua karena tidak menikah pada usia yang tepat." Dalam kalimat ini, kata "meranda tua" digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang tidak menikah sebelum usia tertentu. Atau, "Saya khawatir adikku akan menjadi meranda tua jika tidak menemukan pasangan yang tepat." Dalam kalimat ini, kata "meranda tua" digunakan untuk menggambarkan rasa khawatir dan kekhawatiran yang dimiliki oleh seseorang terhadap keadaan adiknya. Dalam budaya Indonesia modern, kata "meranda tua" masih relevan dan digunakan dalam beberapa konteks. Misalnya, dalam budaya Jawa, masih ada istilah "meranda" yang digunakan untuk menggambarkan gadis yang belum menikah pada usia tertentu. Dalam beberapa daerah, masih ada tradisi yang menganggap gadis yang belum menikah sebagai meranda tua, yang dapat membawa stigma negatif bagi dirinya dan keluarganya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna dan konteks yang tepat dari kata "meranda tua" agar tidak salah pengertian dan tidak membawa stigma negatif bagi orang lain.