Arti Kata "monoteisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "monoteisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

monoteisme

mo·no·te·is·me /monotéisme/ n ajaran agama yg mempercayai adanya satu Tuhan; kepercayaan kpd satu Tuhan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "monoteisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "monoteisme" dalam Kalimat

1.Penganut monoteisme percaya bahwa ada satu Tuhan yang menjalankan alam semesta.
2.Ajaran monoteisme yang diajarkan oleh para nabi dianggap sebagai ajaran paling suci.
3.Masyarakat agama monoteisme selalu menunjukkan rasa hormat dan patuh kepada Tuhan.
4.Dalam karya sastra, monoteisme sering diangkat sebagai tema utama untuk menggambarkan kepercayaan manusia.
5.Pendidikan agama monoteisme memperkenalkan anak-anak akan kepercayaan bahwa ada satu Tuhan yang menciptakan alam semesta.

📚 Artikel terkait kata "monoteisme"

Mengenal Kata 'monoteisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Monoteisme" - Ajaran Agama yang Unik

Monoteisme adalah sebuah kata yang seringkali digunakan dalam konteks religius, tetapi apa sebenarnya maknanya? Dalam bahasa Indonesia, monoteisme didefinisikan sebagai ajaran agama yang mempercayai adanya satu Tuhan. Konteks historis dan sosial yang melandasinya adalah perbedaan dengan agama-agama lain yang mempercayai adanya banyak Tuhan atau dewa-dewa. Dalam sejarah, monoteisme telah berkembang di berbagai wilayah dan budaya. Contohnya, agama Yahudi, Kristen, dan Islam adalah contoh-contoh agama monoteisme yang masih dipraktikkan hingga saat ini. Dalam kalimat, penggunaan kata monoteisme dapat membuat konteks makna menjadi lebih jelas. Misalnya, "Ajaran agama monoteisme memfokuskan pada perbandingan antara satu Tuhan dan makhluk ciptaannya", atau "Agama monoteisme mempromosikan kesetaraan dan keadilan dalam masyarakat". Dalam kehidupan sehari-hari, monoteisme memainkan peran penting dalam membentuk identitas dan nilai-nilai sosial. Di Indonesia, contohnya, kepercayaan monoteisme telah membentuk konsep keadilan dan kesetaraan dalam hukum dan politik. Selain itu, monoteisme juga mempengaruhi seni dan sastra, dengan banyak karya yang menggambarkan konflik antara manusia dan Tuhan. Dengan demikian, monoteisme menjadi bagian penting dari kebudayaan Indonesia modern.