Arti Kata "mujahadat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mujahadat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mujahadat

mu·ja·ha·dat Ar n 1 perang membela agama Islam; 2 usaha menahan hawa nafsu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mujahadat"

📝 Contoh Penggunaan kata "mujahadat" dalam Kalimat

1.Para pejuang Islam di Afghanistan terlibat dalam mujahadat melawan kekuatan Uni Soviet.
2.Pada masa lalu, ulama Islam di Nusantara melakukan mujahadat untuk menahan hawa nafsu dan meningkatkan keimanan masyarakat.
3.Dalam novel karya Pramoedya Ananta Toer, tokoh utama harus melalui mujahadat untuk mengatasi kekurangan dan kesulitan hidup.
4.Ketika berbicara tentang pahala dan dosa, guru agama mengajarkan bahwa mujahadat adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan seorang Muslim.
5.Dalam sejarah Indonesia, mujahadat para pejuang kemerdekaan seperti Pangeran Diponegoro dan Sultan Hasanuddin dianggap sebagai pahlawan nasional.

📚 Artikel terkait kata "mujahadat"

Mengenal Kata 'mujahadat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mujahadat" - Inspirasi dan Motivasi

Definisi dan Konteks Historis

Kata "mujahadat" memiliki makna yang sangat dalam dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, mujahadat berarti perang membela agama Islam atau usaha menahan hawa nafsu. Istilah ini memiliki sejarah panjang yang terkait dengan kehidupan para pejuang Islam yang berjuang untuk membela agama dan masyarakatnya. Mujahadat juga dapat diartikan sebagai upaya untuk meningkatkan diri sendiri dengan menghadapi tantangan dan kesulitan.

Penggunaan Kata "Mujahadat" dalam Kalimat

Kata mujahadat sering digunakan dalam konteks spiritual dan moral. Misalnya, "Dia melakukan mujahadat diri dengan berpuasa selama 30 hari untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaannya." Atau, "Ia melakukan mujahadat untuk menahan hawa nafsunya dan menjadi orang yang lebih baik." Dalam kalimat-kalimat ini, kata mujahadat digunakan untuk menggambarkan upaya untuk meningkatkan diri sendiri dan menjadi lebih baik.

Relevansi Mata Pelajaran

Kata mujahadat juga memiliki relevansi dengan kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam konteks mujahadat, seseorang dapat belajar untuk menghadapi tantangan dan kesulitan dengan lebih baik. Mereka dapat belajar untuk menahan hawa nafsu dan meningkatkan diri sendiri dengan berbagai cara. Dalam konteks ini, mujahadat dapat diartikan sebagai upaya untuk menjadi lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih baik. Dengan demikian, kata mujahadat memiliki makna yang sangat luas dan dapat diaplikasikan dalam berbagai konteks.