Arti Kata "nulipara" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "nulipara" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

nulipara

nu·li·pa·ra n Dok wanita yg melahirkan, tetapi anaknya tidak pernah hidup ketika lahir

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "nulipara"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "nulipara" dalam Kalimat

1.Dokter spesialis kandungan memiliki riwayat menangani pasien nulipara yang mengalami keguguran.
2.Ibu nulipara ini harus mendapatkan bantuan khusus untuk mengatasi trauma kehilangan anaknya.
3.Pengobatan yang tepat sangat penting bagi ibu nulipara untuk menghindari komplikasi kesehatan.
4.Dokter mengatakan bahwa kehamilan berikutnya akan lebih berisiko bagi ibu nulipara yang pernah mengalami keguguran.
5.Dalam program pendidikan kesehatan, ahli menyampaikan pentingnya perawatan pasca melahirkan bagi ibu nulipara untuk mengurangi risiko komplikasi.

πŸ“š Artikel terkait kata "nulipara"

Mengenal Kata 'nulipara' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Nulipara" - Inspirasi dan Motivasi untuk Wanita

Apakah itu Nulipara?

Kata nulipara memiliki arti resmi dalam Bahasa Indonesia sebagai "nuΒ·liΒ·paΒ·ra n Dok wanita yg melahirkan, tetapi anaknya tidak pernah hidup ketika lahir". Istilah ini memiliki makna yang sangat dalam dan kompleks, mengingatkan kita akan kesempurnaan dan keberkahannya yang tidak dapat diraih. Dalam konteks sejarah, konsep nulipara telah ada sejak lama, terutama dalam masyarakat yang menghargai keluarga dan keberhasilan reproduksi. Wanita yang mengalami nulipara sering kali dihadapkan pada keadaan yang sulit, baik secara emosional maupun fisik.

Contoh Penggunaan Kata Nulipara

Wanita yang mengalami nulipara sering kali menghadapi tantangan dalam menjalani kehidupan, baik secara profesional maupun pribadi. Sebagai contoh, seorang ibu yang mengalami nulipara mungkin merasa sedih dan kecewa, tetapi dia juga harus terus maju dan mencari solusi untuk menghadapi tantangan tersebut. Dalam situasi seperti ini, nulipara bukanlah kata yang menakut-nakuti, tetapi lebih seperti inspirasi untuk terus maju dan tidak menyerah. Misalnya, "Ayah meninggal sebelum aku dilahirkan, dan ibuku nulipara. Namun, dia tidak pernah menyerah dan terus melanjutkan hidupnya sebagai ibu tunggal". Dalam contoh ini, nulipara bukanlah kata yang menakutkan, tetapi lebih seperti inspirasi untuk terus maju dan tidak menyerah.

Relevansi Kata Nulipara dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, nulipara memiliki relevansi yang sangat besar, terutama dalam konteks keluarga dan keberhasilan reproduksi. Wanita yang mengalami nulipara sering kali dihadapkan pada keadaan yang sulit, baik secara emosional maupun fisik. Namun, dengan adanya nulipara, kita dapat lebih menghargai keberhasilan reproduksi dan pentingnya memiliki keluarga. Dalam budaya Indonesia modern, nulipara bukanlah kata yang tabu, tetapi lebih seperti inspirasi untuk terus maju dan tidak menyerah. Dengan demikian, nulipara dapat menjadi sumber motivasi untuk wanita yang menghadapi tantangan dalam menjalani kehidupan.