Arti Kata "optimisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "optimisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

optimisme

op·ti·mis·me n paham (keyakinan) atas segala sesuatu dr segi yg baik dan menyenangkan; sikap selalu mempunyai harapan baik dl segala hal

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "optimisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "optimisme" dalam Kalimat

1.Warga di kota tersebut memiliki optimisme yang tinggi atas kemajuan ekonomi negara.
2.Sikap optimisme ibu itu membuat anaknya tetap semangat dalam menghadapi ujian.
3.Dalam sebuah novel, tokoh utama tersebut memiliki optimisme yang luar biasa dalam menghadapi keterpurukan hidupnya.
4.Profesor tersebut selalu mengajarkan mahasiswanya tentang pentingnya optimisme dalam menghadapi tantangan hidup.
5.Kompetisi olahraga internasional diadakan untuk meningkatkan semangat optimisme dan kesolidarasan antarbangsa.

📚 Artikel terkait kata "optimisme"

Mengenal Kata 'optimisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Optimisme" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "optimisme" memiliki makna yang sangat positif dan dapat memotivasi kita untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam arti resmi, optimisme adalah keyakinan atas segala sesuatu dari segi yang baik dan menyenangkan, serta sikap selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal. Konsep ini telah ada sejak zaman kuno dan telah membentuk banyak budaya dan filsafat di seluruh dunia. Kata optimisme mulai berkembang pada abad ke-17, ketika filsuf Denmark, Baruch Spinoza, menekankan pentingnya memiliki keyakinan dan harapan yang positif dalam menghadapi kehidupan. Pemikiran ini kemudian dikembangkan oleh filsuf lainnya, seperti Immanuel Kant dan Jean-Jacques Rousseau, yang menekankan pentingnya memiliki optimisme sebagai fondasi bagi kemajuan dan perubahan sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat contoh-contoh penggunaan kata optimisme dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Dia memiliki optimisme yang tinggi dalam mencari pekerjaan baru" atau "Kami memiliki optimisme bahwa proyek ini akan berhasil". Kata optimisme juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti "Kota ini memiliki optimisme yang kuat dalam menghadapi tantangan ekonomi". Dalam budaya Indonesia modern, konsep optimisme sangat relevan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi, seperti semangat gotong royong dan kebersamaan. Dalam masyarakat Indonesia, optimisme seringkali digunakan sebagai motivasi bagi orang-orang untuk menghadapi tantangan dan mengambil keputusan yang tepat. Dengan memiliki optimisme yang kuat, kita dapat menghadapi tantangan dengan lebih percaya diri dan dapat mencapai tujuan yang diinginkan.