Arti Kata "pasimologi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pasimologi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pasimologi

pa·si·mo·lo·gi n komunikasi dng isyarat, msl dng abjad yg dipakai oleh orang bisu tuli

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pasimologi"

📝 Contoh Penggunaan kata "pasimologi" dalam Kalimat

1.pasimologi digunakan dalam komunikasi dengan isyarat untuk membantu orang bisu tuli berinteraksi.
2.Dalam dunia pendidikan, pasimologi dianggap sebagai salah satu contoh aplikasi teknologi dalam membantu anak-anak tuli berkomunikasi.
3.pasimologi merupakan salah satu teknologi yang sangat berguna bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan khusus.
4.pasimologi telah menjadi alat komunikasi yang efektif bagi banyak orang bisu tuli di seluruh dunia.
5.Penggunaan pasimologi dalam komunikasi dapat membantu meningkatkan kualitas hidup orang bisu tuli.

📚 Artikel terkait kata "pasimologi"

Mengenal Kata 'pasimologi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Pasimologi" - Membaca Isyarat dalam Komunikasi

Definisi dan Sejarah Pasimologi

Pasimologi merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu 'pa' (dalam), 'simos' (kedua, sama), dan 'logos' (ilmu). Dalam konteks komunikasi, pasimologi merujuk pada pembacaan isyarat yang tidak menggunakan bahasa verbal, seperti abjad yang digunakan oleh orang bisu tuli. Dengan kata lain, pasimologi adalah teknik komunikasi yang memungkinkan orang untuk berkomunikasi tanpa menggunakan bahasa verbal.

Contoh Penggunaan Pasimologi

Pasimologi sering digunakan dalam situasi di mana komunikasi verbal tidak memungkinkan. Contohnya, saat berinteraksi dengan orang bisu tuli, kita dapat menggunakan pasimologi untuk berkomunikasi. Misalnya, "Ibu tidak bisa mendengar suara saya, jadi saya menggunakan pasimologi untuk menunjukkan bahwa saya ingin menanyakan sesuatu." Atau, "Saya menggunakan pasimologi untuk berbicara dengan teman saya yang baru saja mendengar."

Relevansi Pasimologi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Pasimologi bukan hanya penting dalam komunikasi dengan orang bisu tuli, tetapi juga dalam interaksi sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, pasimologi digunakan dalam berbagai situasi, seperti saat berkomunikasi dengan anak-anak yang belum bisa berbicara atau saat berinteraksi dengan orang yang tidak bisa mendengar. Dengan demikian, pasimologi menjadi penting untuk meningkatkan kemampuan komunikasi kita dan memungkinkan kita untuk berinteraksi dengan lebih efektif dengan orang lain.