Arti Kata "remai" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "remai" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

remai

re·mai a berasa nyeri di tulang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "remai"

📝 Contoh Penggunaan kata "remai" dalam Kalimat

1.Ketika saya mengalami cedera, tulang saya terasa remai sehingga saya harus pergi ke dokter.
2.Dia mengalami sakit perut yang sangat sakit, seperti perutnya remai setiap kali dia menelan.
3.Karena cuaca sedang dingin, saya merasa tulang punggung saya remai dan ingin menghangatkan badan.
4.Saya tidak bisa melanjutkan latihan olahraga karena kaki saya remai dan tidak bisa bergerak.
5.Saya tidak bisa tidur nyenyak karena punggung saya terasa remai dan tidak nyaman.

📚 Artikel terkait kata "remai"

Mengenal Kata 'remai' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "remai" - Pahitnya Rasa Nyeri di Tulang

Kata "remai" seringkali digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan rasa sakit di tulang. Namun, perlu digarisbawahi bahwa kata ini memiliki makna yang lebih luas dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks sejarah, kata "remai" berasal dari bahasa Belanda "remmenai" yang berarti "menggosok" atau "menghaluskan". Pada awalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan proses pengolahan kayu atau batu. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "remai" sering digunakan untuk menggambarkan rasa sakit yang dialami oleh seseorang. Misalnya, "Aku merasa remai di tulang bahu setelah melakukan olahraga" atau "Dia mengeluhkan remai di punggungnya setelah menunggang sepeda". Dalam beberapa kasus, kata "remai" juga digunakan untuk menggambarkan rasa sakit yang lebih parah, seperti "Dia menderita remai yang parah setelah jatuh." Dalam budaya Indonesia modern, kata "remai" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang mengalami remai di tulang karena berbagai alasan, seperti kurangnya aktivitas fisik atau kebiasaan buruk. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pencegahan dan pengobatan yang tepat untuk menghindari rasa sakit yang tidak perlu. Dengan demikian, kita bisa menjaga kesehatan tulang dan menghindari rasa remai yang tidak nyaman.