Arti Kata "rikuh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "rikuh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

rikuh

ri·kuh a malu-malu; canggung; segan-segan: rupanya ia agak -- menyilakan saya duduk di tikar;
me·ri·kuh·kan v menjadikan rikuh (segan-segan) merepotkan: kedatangan Pak Gubernur yg mendadak ke desa-desa itu sangat ~ para kepala desa yg harus menerimanya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "rikuh"

📝 Contoh Penggunaan kata "rikuh" dalam Kalimat

1.Dia terlihat rikuh saat bertemu dengan bosnya.
2.Sikapnya rikuh membuat bosnya tidak terlalu puas.
3.Di tengah-tengah perdebatan, dia menjelaskan dengan cara yang rikuh.
4.Para peserta perdebatan merasa terganggu karena sikap rikuh dari salah satu peserta.
5.Guru mengajarkan kepada muridnya untuk tidak terlalu rikuh saat berbicara di depan kelas.

📚 Artikel terkait kata "rikuh"

Mengenal Kata 'rikuh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Rikuh" - Inspirasi dan Motivasi

Makna Umum dan Konteks Historis Sosial

Kata "rikuh" memiliki makna umum sebagai sifat yang menunjukkan kecanggungan, keseganan, atau rasa malu-malu. Istilah ini terus digunakan dalam bahasa Indonesia seiring perkembangan masyarakat dan budaya. Dalam konteks historis, kata rikuh mungkin terkait dengan perilaku orang-orang yang masih terikat oleh norma-norma sosial yang konservatif.

Contoh Penggunaan Kata Rikuh dalam Kalimat

Contoh penggunaan kata rikuh dapat dilihat dalam kalimat-kalimat berikut. Ketika Anda mengajak seseorang duduk, dan mereka agak segan-segan, Anda bisa bilang: "Rupanya ia agak rikuh menyilakan saya duduk di tikar." Atau, dalam situasi lain, Anda mungkin mengatakan: "Kedatangan Pak Gubernur yang mendadak ke desa-desa itu sangat me·ri·kuh·kan para kepala desa yang harus menerimanya."

Relevansi Kata Rikuh dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata rikuh memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam interaksi sosial, rasa canggung atau keseganan dapat menyebabkan kesalahpahaman atau konflik. Oleh karena itu, penting untuk mengenali dan mengatasi rasa rikuh dengan cara yang tepat. Dalam Budaya Indonesia modern, kita harus belajar untuk mengatasi kecanggungan dan keseganan dengan cara yang positif dan proaktif.