Arti Kata "sakit kuning" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sakit kuning" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sakit kuning

sakit yang menyebabkan seluruh tubuh berwarna kuning; icterus

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sakit kuning"

📝 Contoh Penggunaan kata "sakit kuning" dalam Kalimat

1.Dia mengalami sakit kuning akibat infeksi hati yang tidak terdeteksi sejak lama.
2.sakit kuning merupakan salah satu komplikasi yang mungkin dialami oleh pasien dengan hepatitis.
3.Dia merasa sedih karena harus berbaring di rumah karena harus dirawat karena sakit kuning.
4.Pendidikan kesehatan di sekolah menegaskan bahwa sakit kuning dapat dicegah dengan vaksin hepatitis.
5.Dokter menyarankan pasien untuk memantau kesehatan dan mencari perawatan medis jika mengalami gejala sakit kuning.

📚 Artikel terkait kata "sakit kuning"

Mengenal Kata 'sakit kuning' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sakit Kuning" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "sakit kuning" sering kali dihubungkan dengan kondisi tubuh yang tidak sehat. Dalam konteks medis, **sakit kuning** (icterus) adalah suatu kondisi yang menyebabkan seluruh tubuh berwarna kuning karena penumpukan bilirubin, suatu zat sisa dari proses pembelahan sel darah merah. Sejarahnya, **sakit kuning** telah dipahami oleh manusia sejak zaman kuno, ketika orang-orang percaya bahwa warna kuning pada kulit seseorang menunjukkan adanya penyakit atau kutukan.

Contoh Penggunaan Kata "Sakit Kuning" dalam Kalimat

Orang tua saya pernah menderita **sakit kuning** saat dia masih kecil. Dokter mengatakan bahwa penyebabnya adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus. Setelah beberapa minggu pengobatan, warna kulitnya kembali normal. Saya ingat bahwa dia sangat lelah dan tidak ingin makan selama masa penyakitnya. Sekarang, saya selalu memantau kesehatan saya dengan lebih serius setelah melihat bagaimana **sakit kuning** dapat mempengaruhi keluarga saya.