Arti Kata "tabzir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tabzir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tabzir

tab·zir v berlaku mubazir; berbuat mubazir

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tabzir"

📝 Contoh Penggunaan kata "tabzir" dalam Kalimat

1.Dia berbicara keras, tapi ternyata tabzir dalam mengelola keuangan perusahaannya.
2.Seorang teman yang suka tabzir dalam menghabiskan uang temannya seringkali menjadi bahan humor.
3.Dalam novel itu, karakter utama digambarkan sebagai orang yang suka tabzir dan hidup mewah tanpa alasan.
4.Dia selalu berharap anaknya tidak akan menjadi seperti ayahnya yang terbiasa tabzir dalam mengelola keuangan.
5.Mereka harus belajar dari kegagalan ayah mereka yang suka tabzir dan hidup mewah tanpa alasan yang jelas.

📚 Artikel terkait kata "tabzir"

Mengenal Kata 'tabzir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tabzir" - Hentikan Mubazir dalam Hidup!

Kata "tabzir" seringkali tidak familiar bagi banyak orang, terutama para remaja dan orang muda. Namun, dalam konteks agama Islam, "tabzir" memiliki makna yang sangat penting. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), "tabzir" berarti berlaku mubazir, yaitu melakukan kegiatan yang menghilangkan atau meniadakan sesuatu yang berguna. Dalam sejarah, konsep "tabzir" berasal dari tradisi Islam yang menekankan pentingnya menghemat dan menggunakan sumber daya dengan bijak. Orang yang berlaku tabzir dianggap tidak memiliki akhlak yang baik, karena mereka tidak bisa mengelola waktu dan sumber daya dengan efektif. Oleh karena itu, penting untuk menghindari tabzir dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "tabzir" dalam kalimat yang alami: "Dia selalu berlaku tabzir dalam menghabiskan uang, padahal dia tahu bahwa uang itu sangat berharga." "Jangan berlaku tabzir dalam menggunakan energi listrik, karena itu dapat mempengaruhi kenyamanan hidup Anda." "Dia berusaha untuk menghindari tabzir dalam melakukan pekerjaan, sehingga dia bisa selesai lebih cepat." Dalam kehidupan sehari-hari, konsep "tabzir" sangat relevan. Banyak orang yang cenderung berlaku tabzir dalam menghabiskan waktu dan sumber daya, padahal mereka tahu bahwa itu tidak efektif. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala tabzir dan berusaha untuk menghindarinya. Dengan demikian, kita dapat menjadi orang yang lebih bijak dan efektif dalam mengelola waktu dan sumber daya.