Arti Kata "tahalul" Menurut KBBI
Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tahalul" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
tahalul
ta·ha·lul Ar 1 v mencukur atau menggunting rambut kepala; 2 Isl a dl keadaan menjadi boleh; diperbolehkan seseorang melakukan pekerjaan atau kegiatan yg tadinya terlarang selama mengerjakan ibadah haji atau umrah (ditandai dng bercukur atau memotong beberapa helai rambut); 3 Isl n penghalalan;
ber·ta·ha·lul v bercukur atau memotong beberapa helai rambut sbg pertanda telah bebas dr larangan dl ibadah haji (umrah): selesai sai ia mengambil gunting untuk ~
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tahalul"
📝 Contoh Penggunaan kata "tahalul" dalam Kalimat
📚 Artikel terkait kata "tahalul"
Mengenal Kata 'tahalul' - Inspirasi dan Motivasi
Mengenal Kata "tahalul" - Inspirasi dan Motivasi
Kata "tahalul" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia, yaitu mencukur atau menggunting rambut kepala. Namun, dalam konteks Islam, kata ini memiliki makna yang lebih dalam, yaitu keadaan menjadi boleh melakukan pekerjaan atau kegiatan yang tadinya terlarang selama mengerjakan ibadah haji atau umrah.
Dalam Islam, tahalul digunakan sebagai tanda bahwa seseorang telah bebas dari larangan melakukan kegiatan tertentu selama mengerjakan ibadah haji atau umrah. Misalnya, seorang suami yang tadinya tidak boleh bertemu dengan istri selama mungkin melakukan tahalul sebagai tanda bahwa dia telah bebas dari larangan tersebut. Dengan demikian, suami dan istri dapat kembali melakukan hubungan yang sah.
Berikut beberapa contoh penggunaan kata "tahalul" dalam kalimat yang alami:
Setelah memasuki masa ihram, dia melakukan tahalul untuk menandakan bahwa dia telah bebas dari larangan melakukan kegiatan tertentu.
Setelah menyelesaikan ibadah haji, dia melakukan tahalul sebagai tanda bahwa dia telah bebas dari larangan melakukan kegiatan tertentu.
Tahalul juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia modern. Dalam beberapa budaya, melakukan tahalul dianggap sebagai tanda keberanian dan kekuatan. Misalnya, dalam budaya suku Dayak, melakukan tahalul dianggap sebagai tanda kekuatan dan keberanian dalam perang.
Dalam kesimpulan, kata "tahalul" memiliki makna yang unik dan memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia modern. Dengan memahami makna dan konteks kata "tahalul", kita dapat memiliki inspirasi dan motivasi untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan.