Arti Kata "tak ada gading yang tak retak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tak ada gading yang tak retak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tak ada gading yang tak retak

Peribahasa tidak ada sesuatu yang tidak ada cacatnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tak ada gading yang tak retak"

📝 Contoh Penggunaan kata "tak ada gading yang tak retak" dalam Kalimat

1.Pernyataan itu terbukti benar, tak ada gading yang tak retak dalam kehidupan politik kita.
2.Dalam suatu masyarakat, tidak ada pribadi yang sepenuhnya bebas dari kelemahan atau kekurangan.
3.Seorang pengusaha sukses juga tidak luput dari kesalahan dan kegagalan dalam menjalankan bisnisnya.
4.Dalam dunia pendidikan, tidak ada murid yang sepenuhnya tidak pernah membuat kesalahan dalam mengerjakan tugasnya.
5.Kepribadian manusia yang sempurna adalah konsep yang mustahil, karena tidak ada gading yang tak retak.

📚 Artikel terkait kata "tak ada gading yang tak retak"

Mengenal Kata 'tak ada gading yang tak retak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tak Ada Gading yang Tak Retak" - Inspirasi dan Motivasi

Peribahasa "tak ada gading yang tak retak" merupakan salah satu contoh kata hikmah yang digunakan dalam bahasa Indonesia. Kata ini memiliki makna yang sangat dalam, yaitu tidak ada sesuatu yang tidak ada cacatnya. Dalam konteks historis, peribahasa ini berasal dari tradisi masyarakat nusantara yang selalu mengakui kelemahan dan kekurangan diri sendiri. Mereka percaya bahwa tidak ada manusia yang sempurna dan semua memiliki kelemahan yang wajar. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar orang-orang yang mengatakan "Dia tidak bisa melakukannya dengan sempurna, karena tidak ada gading yang tak retak." Ini berarti bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan kelemahan yang wajar. Dengan demikian, kita dapat lebih menghargai dan menghormati kelemahan orang lain, serta tidak terlalu kritikal terhadap diri sendiri. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "tak ada gading yang tak retak" dalam kalimat yang alami: * Dia tidak bisa menjadi presiden karena tidak ada gading yang tak retak, tetapi dia bisa menjadi seorang pebisnis sukses. * Saya tidak bisa membuatnya dengan sempurna, karena tidak ada gading yang tak retak. * Dia adalah seorang pemain sepak bola yang sangat baik, tetapi tidak ada gading yang tak retak, sehingga dia masih memiliki kekurangan. Peribahasa "tak ada gading yang tak retak" juga memiliki relevansi yang sangat erat dengan kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam masyarakat yang selalu menekankan kesempurnaan dan keberhasilan, peribahasa ini dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk lebih menghargai dan menghormati kelemahan orang lain. Dengan demikian, kita dapat lebih mengenal dan memahami diri sendiri, serta lebih menghargai dan menghormati kelemahan orang lain.