Arti Kata "tanwujud" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tanwujud" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tanwujud

tan·wu·jud v tidak dapat terlihat oleh mata telanjang; tidak berwujud

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tanwujud"

📝 Contoh Penggunaan kata "tanwujud" dalam Kalimat

1.Ilmu pengetahuan modern telah membuktikan bahwa kebanyakan bintang tidak dapat dilihat secara langsung karena terlalu jauh dan tidak berwujud.
2.Dalam filsafat, konsep keabadian dapat berupa hal-hal yang tidak pernah berwujud atau tidak dapat terlihat oleh mata telanjang.
3.Mereka berusaha untuk menemukan kebenaran yang tidak dapat terlihat oleh mata telanjang, tetapi hanya dapat dirasakan oleh hati.
4.Saya mengerti bahwa cinta tidak dapat berwujud, tetapi saya ingin merasakan kehadirannya dalam hidup saya.
5.Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering tidak menyadari bahwa banyak hal yang tidak dapat terlihat oleh mata telanjang, seperti emosi dan perasaan.

📚 Artikel terkait kata "tanwujud"

Mengenal Kata 'tanwujud' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tanwujud" - Membuka Wawasan tentang Yang Tak Berwujud

Kata "tanwujud" mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, namun dalam konteks bahasa Indonesia, terutama dalam bidang filosofi dan agama, kata ini memiliki makna yang sangat mendalam. Secara harfiah, "tanwujud" berarti tidak dapat terlihat oleh mata telanjang, tidak berwujud. Namun, konsep ini lebih dari sekadar deskripsi fisik, melainkan juga menggambarkan keberadaan yang tidak dapat dipahami secara langsung oleh pikiran manusia. Dalam sejarah, kata "tanwujud" digunakan dalam konteks keagamaan dan filosofi untuk menjelaskan keberadaan Tuhan atau Yang Maha Esa. Dalam pandangan ini, "tanwujud" mengacu pada keberadaan yang tidak dapat dijangkau oleh indera manusia, tidak dapat dilihat, didengar, dirasakan, atau dipikirkan. Konsep ini menunjukkan bahwa ada yang lebih besar dari diri manusia sendiri, yang tidak dapat dipahami secara logis. Contoh penggunaan kata "tanwujud" dalam kalimat yang alami adalah: "Keberadaan Tuhan adalah tanwujud, tidak dapat dilihat atau dipahami oleh manusia." Atau, "Kehidupan setelah kematian adalah tanwujud, tidak dapat dipahami oleh manusia." Dalam kedua contoh kalimat di atas, kata "tanwujud" digunakan untuk menjelaskan keberadaan yang tidak dapat dipahami secara langsung oleh manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, konsep "tanwujud" masih relevan dan dapat diterapkan dalam berbagai aspek. Misalnya, dalam konteks psikologi, "tanwujud" dapat digunakan untuk menjelaskan keberadaan emosi atau pikiran yang tidak dapat dipahami secara logis. Dalam konteks budaya, "tanwujud" dapat digunakan untuk menjelaskan keberadaan tradisi atau adat istiadat yang tidak dapat dipahami secara langsung oleh orang lain. Dengan demikian, kata "tanwujud" tetap menjadi konsep yang sangat mendalam dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.