Arti Kata "valensi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "valensi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

valensi

va·len·si /valénsi/ n 1 pangkat; derajat; 2 tenaga gabungan reaksi atau interaksi; 3 Kim bilangan yg menyatakan kesanggupan bersenyawa suatu unsur dng unsur lain; 4 Psi derajat penarikan hati perseorangan; 5 Ling hubungan sintaksis antara verba dan unsur di sekitarnya, mencakupi ketransitifan dan penguasaan verba atas argumen di sekitarnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "valensi"

📝 Contoh Penggunaan kata "valensi" dalam Kalimat

1.Dalam kimia, suatu unsur memiliki valensi tertentu yang menentukan kemampuannya bersenyawa dengan unsur lain.
2.Penggunaan valensi yang tepat sangat penting dalam penulisan kalimat karena dapat mempengaruhi arti dan makna dari kalimat tersebut.
3.Dalam psikologi, valensi dapat diartikan sebagai derajat penarikan hati perseorangan terhadap sesuatu.
4.Dalam ilmu bahasa, sintaksis valensi mengacu pada hubungan antara verba dan unsur di sekitarnya, seperti ketransitifan dan penguasaan verba atas argumen.
5.Dalam kimia, suatu unsur yang memiliki valensi tinggi dapat bereaksi dengan lebih cepat dan intensif dengan unsur lain.

📚 Artikel terkait kata "valensi"

Mengenal Kata 'valensi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Valensi" - Konsep yang Mengubah Perspektif

Dalam bahasa Indonesia, kata valensi memiliki makna yang luas dan kompleks. Kata ini pertama kali diperkenalkan pada abad ke-19 oleh ahli kimia Belanda, Jacobus Henricus van 't Hoff. Awalnya, valensi digunakan untuk menggambarkan kemampuan suatu unsur dalam melakukan reaksi kimia dengan unsur lain. Namun, seiring perkembangan ilmu pengetahuan, konsep valensi telah berkembang menjadi lebih luas. Dalam psikologi, valensi digunakan untuk menggambarkan derajat penarikan hati atau daya tarik seseorang terhadap sesuatu. Sementara itu, dalam linguistik, valensi merujuk pada hubungan sintaksis antara verba dan unsur di sekitarnya, seperti ketransitifan dan penguasaan verba atas argumen di sekitarnya. Contoh penggunaan kata valensi dalam kalimat alami adalah: - "Unsur logam memiliki valensi tinggi, sehingga dapat melakukan reaksi kimia dengan lebih cepat." - "Ia memiliki valensi yang sangat kuat, sehingga dapat menarik perhatian banyak orang." - "Struktur kalimat memiliki valensi yang kompleks, sehingga memerlukan pemahaman yang lebih mendalam." Dalam kehidupan sehari-hari, konsep valensi sangat relevan. Misalnya, dalam hubungan asmara, seseorang memiliki valensi yang kuat terhadap pasangannya, sehingga dapat membangun hubungan yang lebih erat. Sementara itu, dalam dunia bisnis, perusahaan harus memiliki valensi yang kuat dalam memasarkan produknya kepada konsumen. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata valensi memiliki makna yang sangat luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks. Dari kimia hingga psikologi, dan dari linguistik hingga kehidupan sehari-hari, konsep valensi telah menjadi salah satu konsep yang paling penting dalam berbagai bidang pengetahuan.