Arti Kata "verbalisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "verbalisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

verbalisme

ver·bal·is·me /vérbalisme/ n Dik ajaran (pandangan) dl dunia pendidikan (pengajaran) yg mendidik anak untuk banyak menghafal: sifat -- sejauh mungkin dihindari dng jalan menanamkan sifat kritis pd anak-anak

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "verbalisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "verbalisme" dalam Kalimat

1.Dalam pendidikan modern, kita harus menghindari verbalisme dan fokus pada pembelajaran kritis.
2.Metode belajar verbalisme seringkali tidak efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir anak.
3.Guru yang menggunakan verbalisme akan sulit membuat siswa menjadi pribadi yang kritis dan mandiri.
4.Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan verbalisme dapat menyebabkan anak-anak menjadi kurang kreatif.
5.Dalam dunia pekerjaan, verbalisme seringkali dianggap sebagai kelemahan dalam komunikasi efektif.

📚 Artikel terkait kata "verbalisme"

Mengenal Kata 'verbalisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Verbalisme" - Inspirasi dan Motivasi

Sejarah dan Makna Umum Verbalisme

Verbalisme adalah sebuah konsep pendidikan yang berfokus pada pengajaran anak-anak untuk banyak menghafal. Istilah ini berasal dari bahasa Latin "verbum," yang berarti "kata" atau "perkataan." Dalam konteks pendidikan, verbalisme seringkali dianggap sebagai pendekatan yang memberikan tekanan pada anak-anak untuk mengingat banyak informasi, tanpa memperhatikan kegiatan kreatif dan kritis mereka.

Contoh Penggunaan Verbalisme dalam Kalimat

Dalam kehidupan sehari-hari, verbalisme seringkali dapat dilihat dalam beberapa aspek. Misalnya, ketika seorang guru memberikan tugas kepada muridnya untuk menghafal sejumlah besar informasi, tanpa memberikan kesempatan untuk memahami konsep dasar di baliknya. Contoh lainnya adalah ketika seorang orang dewasa meminta anak-anaknya untuk mengingat alamat telepon seluruh keluarga, tanpa memberikan kesempatan untuk mencari informasi secara mandiri.

Relevansi Verbalisme dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam budaya Indonesia modern, verbalisme masih seringkali dianggap sebagai pendekatan yang efektif dalam pengajaran. Namun, beberapa pendidik dan ahli telah menunjukkan bahwa verbalisme dapat memiliki dampak negatif pada perkembangan anak-anak, seperti kurangnya kreativitas dan kritis. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna verbalisme dan memilih pendekatan pendidikan yang lebih seimbang, yang dapat meningkatkan kemampuan anak-anak dalam berpikir kritis dan kreatif.